Mitigasi Bencana Ekstrem, Bupati Gresik Langsung Tinjau BMKG Bawean

klikjatim.com
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kepala Stasiun BMKG Bawean Ari Widjajanto saat meninjau layar monitor di depan Kantor BMKG Bawean (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja (Kunker) di Pulau Bawean menyempatkan mampir ke kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bawean di Kecamatan Sangkapura. Hal ini untuk melakukan mitigasi bencana ekstrem di Pulau Bawean.

[irp]

Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH

Gus Yani sapaan akrab Fandi Akhmad Yani langsung turun  dari mobil disambut  Kepala Stasiun BMKG Bawean Ari Widjajanto. Orang nomer satu di Lingkungan Pemkab itu langsung meninjau layar monitor di depan kantor BMKG. Kemudian berjalan menuju arah stasiun Meteorologi. Lalu meninjau ruangan.

Gus Yani menyampaikan, kunjungan ke BMKG Bawean bertujuan untuk bersama-sama melakukan mitigasi bencana. Untuk memastikan cuaca ekstrem di Pulau Bawean mudah terdeteksi.

Pihaknya berharap dinas-dinas terkait segera melakukan koordinasi dengan BMKG Bawean. Baik di sektor perikanan maupun pertanian. Bahkan Dinas PUTR mengantisipasi saat musim hujan, agar tidak terjadi banjir di Pulau Bawean.

Baca juga: Gresik Bidik Juara Umum Lagi, MTQ XXXII Jadi Panggung Lahirnya Generasi Qurani

“BMKG menjadi satu komponen mitigasi bencana. Kami ingin memastikan cuaca ekstrem di pulau Bawean mudah-mudahan bisa terdeteksi. Dengan tujuan keselamatan warga di Pulau Bawean. Selain sinergi dengan dinas terkait, Sehingga kita tahu kapan akan ada bencana, curah hujan dan masa tanam, BMKG alat sudah lengkap Insya Allah sudah terukur,” ucapnya.

Semantara Kepala Stasiun BMKG Bawean Ari Widjajanto menyebut, topografi wilayah Bawean sangat variatif. Sehingga potensi bencana sangat mungkin terjadi.

Salah satunya bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah Pulau Putri julukan Pulau Bawean.

Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame

“Potensi paling rawan banjir. Seharusnya di Bawean tidak terjadi banjir. Karena wilayahnya dikelilingi laut dan pegunungan. Jadi air langsung keluar ke laut kalau memang lancar,” ujarnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru