KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kondisi kelangkaan solar di Panturan dan Bawean, mendapat perhatian dari kalangan DPRD Jawa Timur (Jatim). Salah satunya adalah Samwil, yang berharap pemerintah harus segera memenuhi kebutuhan solar di wilayah tersebut.
[irp]
“Kalau begini caranya bisa terganggu ekonomi masyarakat. Saat ini, saatnya pemulihan ekonomi masyarakat setelah pandemi Covid-19. Saya berharap pemerintah segera mengatasi kelangkaan tersebut,” kata Anggota Komisi D DPRD Jatim, Samwil seperti dikutip di laman kominfo.jatimprov.go.id, Jumat (15/10/2021).
Menurutnya, kelangkaan solar ini terjadi di kawasan Pantura dan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Para pengguna transportasi BBM solar seperti petani, pelaku industri yang menggunakan truk dan mobil di kawasan Pantura maupun nelayan Bawean resah atas kelangkaan tersebut.
Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed
Disebutkan dalam beberapa hari ini untuk mendapatkan BBM jenis solar sangat langka. “Saya mengambil contoh di SPBU Golokan, Sidayu, harus mengantre berjam-jam untuk bisa mendapatkan solar,” papar politisi asal Gresik tersebut.
Sementara itu, Ketua Kerukuan Nelayan Bawean Gresik, Ridwan HS menerangkan bahwa para nelayan Bawean saat ini sudah tak bisa melaut karena stok solar tak ada. “Sudah hampir satu bulan penuh tak ada solar. Kalaupun ada, harganya 1 liter Rp 10 ribu. Bagi nelayan harga tersebut tinggi dari biasanya, yaitu Rp 7 ribu per liternya,” jelasnya.
Baca juga: Kendalikan Inflasi Awal Tahun, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Deket Lamongan
Pihaknya juga mengaku sudah menyampaikan kondisi tersebut kepada Pemda setempat. Namun belum ada tanggapan. "Saya sudah sampaikan ke Muspika, dan katanya segera dirapatkan. Tapi sampai saat ini belum ada kabar,” jelasnya.
Kebutuhan solar ini sangatlah diperlukan oleh nelayan. “Nelayan butuh pemasukan saat maulid Nabi nanti. Namun, karena tak ada solar, maka terpaksa nelayan tak melaut,” imbuhnya. (*/nul)
Editor : Redaksi