KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Puskesmas Banjarerejo kecamatan Rejotangan masih terus memeriksa puluhan pasien keracunan yang menjalani perawatan sejak Sabtu (09/10/2021) yang lalu.
[irp]
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Kasil Rohmat yang dikonfirmasi pada Selasa (12/10) di lokasi vaksinasi masal mengatakan, gejala keracunan yang dialami pasien masuk kategori gejala ringan sampai sedang, dan tidak ada yang bergejala berat.
"Gejalanya semua gejala sedang, tidak ada yang gejala berat sampai pingsan,"ujarnya.
Pihaknya memastikan,biaya pengobatan untuk pasien keracunan di Rejotangan digratiskan oleh pemerintah, sehingga pihak keluarga maupun pihak sekolah tidak perlu khawatir dengan biaya yang akan ditanggung oleh pasien keracunan tersebut.
"Kita gratiskan, semua biaya pengobatannya kita gratiskan,"ucapnya.
Selain melakukan perawatan kepada pasien yang menjalani perawatan, pihaknya juga melakukan tracing kepada pelajar lain yang mengkonsumsi makanan yang sama namun tidak mengalami gejala keracunan.
Baca juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Relawan Jember Gelar Safari Merah Putih: Konvoi Hingga Bentangkan Kain 81 Meter
"Kita melakukan tracing kepada pelajar lain yang mengkonsumsi katering, baik yang bergejala maupin tidak," ungkapnya.
Kasil menegaskan, untuk pemeriksaan sampel makanan yang diambil dari lokasi keracunan tersebut, pihaknya bekerja sama dengan pihak kepolisian Polres Tulungagung, termasuk ujilab untuk sampel dan hasil ujilab tersbut.
"Kalau masalah hasil uji sampel, kita kerja sama dengan Polisi," tuturnya.
Baca juga: Momen HUT Ke-81 RI, Bupati Sampang Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Kolaborasi Bangun Daerah
Kini pihaknya berharap, pasien yang sedang menjalani perawatan segera pulih kondisinya dan bisa beraktifitas seperti sedia kala.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (08/10) yang lalu puluhan pelajar SMKN 01 Rejotangan mengeluhkan gejala keracunan usia menyantap makanan katering yang dihidangkan oleh sekolah.
Kemudian pada Sabtu (09/10) sore, satu persatu dari mereka langsung dibawa ke Puskesmas Banjarrejo untuk mendapatkan perawatan medis. (rtn)
Editor : Iman