Antisipasi Kelangkaan Energi, SKK Migas Lakukan Roadmap Energi Nasional

Reporter : Abdul Aziz Qomar
SKK Migas Jabanusa bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dalam webinar dengan tajuk masa depan industri hulu migas dalam road map energi, Selasa (12/10/2021).

KLIKJATIM.Com | Jakarta--Untuk memenuhi kebutuhan dan mengantisipasi kelangkaan energi, Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas) melakukan roadmap kebutuhan energi dan ketersediaannya.

[irp]

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

Hal ini dilakukan mengingat kebutuhan energi diproyeksikan mengalami peningkatan seiring pertumbuhan penduduk dan industri dari 287 juta ton setara minyak (MTOE) saat ini, menjadi 5.000 MTOE pada 2030 dan 1.200 MTOE pada 2050.

"Tentu ini harus kita siapkan peta jalan atau road map untuk bisa mengatasi atau memenuhi kebutuhan energi tersebut, juga sebagi bentuk preventif kelangkaan energi," kata Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Nurwahidi dalam sebuah webinar yang dipantau di Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Nurwahidi menjabarkan, konsumsi minyak diperkirakan naik sekitar 139 persen pada 2050. Sedangkan konsumsi gas naik lebih besar lagi mencapai 298 persen.

Nurwahidi optimistis, Indonesia bisa memenuhi kebutuhan energi tersebut karena SKK Migas bersama pemerintah telah memiliki data bisa menghadapi tantangan terhadap kebutuhan energi di masa depan, salah satunya 128 cekungan atau basin yang dimiliki Indonesia. Total, lanjut dia, dari potensi tersebut, 20 cekungan telah berproduksi dan menghasilkan migas.

Baca juga: Dari Ekonomi hingga Literasi, Patra Logistik dan Universitas Airlangga Kolaborasi Jalankan Program TJSL di Surabaya

"Data-data tersebut memberikan harapan dan tantangan bagi industri hulu migas untuk bisa menemukan cadangan-cadangan tersebut dan memproduksinya," jabarnya.

Dari segi cadangan minyak nasional yang terbukti, Nurwahidi menuturkan, saat ini sekitar 3,8 miliar barel minyak dan cadangan gas mencapai 77 miliar kaki kubik dimiliki Indonesia.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Penjelasan Dua Raperda Strategis di DPRD Jatim

Untuk memanfaatkan potensi itu, SKK Migas dalam hal ini mencanangkan target untuk bisa memproduksi minyak sebesar 1 juta barel per hari dan gas sebesar 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030.

"Oleh karena itu melakukan kegiatan-kegiatan tahapan berikutnya melalui beberapa strategi akan bisa mendukung penambahan cadangan dan produksi di masa depan," tandas dia.(mkr)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru