Seharian Hujan di Pulau Bawean, Satu Rumah Kena Longsor 

klikjatim.com
Para warga saat gotong royong membersihkan kepingan dinding yang ambruk usai longsor di Dusun/Desa Kumalasa Bawean (Faiz/klikjatim.com) 

KLIKJATIM.Com | Gresik — Memasuki bulan Oktober, sudah mulai masuk musim penghujan. Meski di Kabupaten Gresik tidak setiap hari hujan turun. Di Pulau Bawean sekali hujan kemarin dini hari, Kamis (7/10/2021) satu rumah di Desa Kumalasa ambruk akibat longsor. 

[irp]

Baca juga: Delapan Paskibraka Asal Bawean Belum Bisa Pulang, DPRD Gresik Pastikan Kebutuhan Mereka Terpenuhi

Rumah milik Sulaimano (60), warga Desa Kumalasa Kecamatan Sangkapura, ambruk terkena tanah longsor pada bagian tembok dindingnya saat diguyur hujan deras seharian.

Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, karena Sulaimano beserta keluarga sedang berjaga di Rumah. 

“Saya sedang berjaga karena curah hujan yang cukup deras membuat air mengalir deras di belakang rumah, kejadian ini bukan pertama kalinya sudah dua kali mengalami hal yang serupa, namun, kejadian ini lebih parah daripada kejadian sebelumnya, saya  merasa kwatir takut terjadi hujan dan longsor susulan,” katanya. 

Menurutnya, ambruknya dinding rumah ini diduga adanya pergerakan tanah. “Hujan deras yang terus mengguyur membuat tanah menjadi labil sehingga terjadi pergeseran,” imbuhnya. 

Kepala Dusun/Desa Kumalasa Kastolani  menjelaskan, meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian cukup besar. Sebab, kerusakan rumah pada dinding bagian belakang masuk kategori berat. 

“Pasca kejadian, warga melakukan gotong-royong membantu pemilik rumah membereskan barang-barang dan membersihkan reruntuhan tembok rumah,” ucapnya, Kamis (7/10/2021). 

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada saat menghadapi cuaca saat ini. “Curah hujan yang tinggi menimbulkan potensi bencana longsor dan pergerakan tanah di beberapa wilayah di Bawean,” ujarnya. 

Adapun rumah mengalami rusak berat pada dinding yang ditaksir kerugian mencapai Rp 20 juta. (rtn)

Baca juga: Dari Ekonomi hingga Literasi, Patra Logistik dan Universitas Airlangga Kolaborasi Jalankan Program TJSL di Surabaya

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru