KLIKJATIM.Com | Surabaya - Rencana digitalisasi pasar yang akan dilakukan Pemerintah Kota Surabaya mendapatkan respon baik dari komisi B DPRD Kota Surabaya yang membidangi perekonomian.
[irp]
Wakil Ketua Komisi B, Anas Karno mengatakan, semangat pemulihan ekonomi yang digelorakan oleh Pemkot Surabaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar dapat menjamin kesejahteraan warganya. Seperti halnya bentuk digitalisasi pasar tradisional dengan memasang akses wifi gratis di pasar tradisional, juga menggandeng tiga aplikator seperti Gojek, Grab Shopee pada Oktober mendatang.
"Platform digital untuk pasar tradisional harus didesain sedemikian rupa sehingga menghadirkan pengalaman mendekati 'serasa berbelanja langsung' di pasar bagi para konsumen, khususnya ibu-ibu rumah tangga," kata Anas.
Ia juga mengatakan, Pengalaman melihat, memilih dan menawar barang secara langsung melalui video dan suara sangat penting dihadirkan dalam dalam platform digital pasar tradisional. Karena itu yang akan menjadi daya tarik platform pasar tradisional.
"Digitalisasi pasar tradisional akan memperluas jangkauan pasar tradisional, tetapi masih ditujukan untuk konsumen lokal. Hal ini khususnya terkait kebutuhan bahan-bahan segar maupun produk lainnya yang perlu diperoleh ibu-ibu rumah tangga tanpa menunggu waktu lama setelah selesai transaksi," tambahnya.
Baca juga: Krisis Air Mulai Mengancam, Desa Deru Jadi Penerima Bantuan Perdana BPBD Bojonegoro
Digitalisasi pasar tradisional tidak dapat berdiri sendiri berupa platform yang menghubungkan pedagang dan konsumen pasar tradisional saja, tetapi juga terintegrasi dengan jasa kurir dan logistik dengan aplikasi kurir ojek online yang sudah ada.
"Di sini konsumen memiliki pilihan untuk menentukan jasa kurir apa yang digunakan untuk pengantaran barang belanjaannya.Fungsi platform digital tidak hanya menghubungkan pedagang pasar tradisional dengan konsumen lokal, Platform ini juga dapat berfungsi secara otomatis mencatat setiap transaksi yang dihasilkan para pedagang ke dalam jurnal akuntansi yang mudah mereka pahami," jelasnya.
Dengan cara itu, lanjut Anas , maka para pedagang dapat melihat dan mengontrol kondisi keuangannya yang sangat diperlukan dalam menjalankan usaha. Dan jika konsep platform digital pasar tradisional ini dapat diimplementasikan, tidak hanya pasar tradisional dapat bertahan di era disrupsi, tetapi kehadirannya akan mendorong lahirnya kegiatan ekonomi dan lapangan kerja baru.
Baca juga: Honda Premium Matic Day Madiun Hadirkan Semarak Budaya Reog dan Promo Menarik Skutik Premium
"Ribuan ibu ibu yang biasanya belanja ke pasar akan mentransfer biaya kirim secara lebih murah bagi jasa kurir yang terhubung dengan platform tersebut. Juga para pemasok bahan pangan segar di daerah akan lebih mudah memonitor perkembangan harga serta ketersediaan stok di pasar tradisional. Hal ini akan mempermudah ketersediaan pasokan secara lebih cepat dan lebih efisien karena semakin pendeknya jalur distribusi dan transparannya proses terbentuknya harga," pungkasnya. (bro)
Editor : Redaksi