Pasca Diperbolehkannya Beroperasi, Hunian Hotel di Kabupaten Pasuruan Mulai Meningkat

klikjatim.com
(ist)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Geliat perekonomian di sektor perhotelan mulai terasa di Jawa Timur. Misalnya di Kabupaten Pasuruan, dalam tiga minggu terakhir ini tingkat hunian atau okupansi di hotel-hotel wilayah setempat ada peningkatan sampai 50 persen.

[irp]

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

Menurut Ketua PC Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pasuruan, Fuji Subagyo bahwa kenaikan okupansi ini terjadi menyusul adanya kebijakan dari Pemerintah. Yaitu membolehkan sektor-sektor pariwisata dan perhotelan untuk beroperasi.

Terutama sejak Kabupaten Pasuruan masuk Level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). "Ini jadi berita yang sangat menggembirakan bagi kami para pelaku wisata dan perhotelan, karena banyak orang sudah mulai liburan dan menginap di hotel," tutur Bagyo.

Diakui dengan kehadiran kebijakan inilah masyarakat yang sudah rindu untuk menghabiskan waktu di hotel sambil liburan mulai berdatangan. Buktinya di hari biasa atau weekday, okupansinya minimal masih mencapai antara 25 sampai 30 persen. Sedangkan pada akhir pekan atau weekend meningkat hingga 50 persen.

Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri

Kabar baik terkait peningkatan okupansi ini terjadi di hotel-hotel yang ada di daerah wisata. Salah satunya di kawasan wisata Tretes, Kecamatan Prigen.

Selanjutnya, Bagyo juga menambahkan bahwa hotel-hotel telah diminta untuk memasang barcode aplikasi PeduliLindungi. Dengan begitu bisa memberikan kepastian terhadap seluruh pengunjung yang datang telah aman dari Covid-19.

Baca juga: Perkuat Semangat Kebersamaan Iduladha, MPM Honda Jatim Salurkan Puluhan Hewan Kurban

"Kalau ditanya, untuk saat ini masih minim hotel yang memasang barcode PeduliLindungi. Baru empat hotel yang menerapkan barcode ini. Sementara hotel bintang dan nonbintang yang tergabung dalam PHRI Pasuruan ada 23. Semoga semakin banyak yang menyusul," lanjutnya.

Saat ini pemasangan barcode peduli lindungi masih dalam proses dan terus dilakukan sosialisasi. “Perlu penyesuaian terkait ini,” pungkasnya. (*/nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru