KLIKJATIM.Com | Ponorogo—Ratusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Ponorogo mati suri. Pengelola BUMDes selama ini kesulitan mendapatkan modal mengelola usaha.
[irp]
Baca juga: Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas
Anggota Komisi VII DPR RI, Sri Wahyuni mengatakan, laporan itu diterimanya saat bertemu dengan perwakilan puluhan pengelola BUMDes di Ponorogo, Selasa (28/9/2021).
“Yang dikeluhkan soal permodalan,” kata politisi Partai Nasdem ini.
Agar lebih para pengelola BUMDes lebih profesional, Sri berjanji akan mengusulkan kepada Kementerian Desa memberikan pendampingan dan penambahan modal.
"Kami tidak henti-hentinya mendorong untuk permodalan. Sehingga bagaimana caranya masyarakat untung bukan buntung," terangnya.
Baca juga: Nahas, Balita Empat Tahun di Karang Penang Sampang Meninggal di Kubangan Air Waduk Tembakau
Termasuk, kata dia, mengadakan pelatihan. Namun sekarang hanya 40 desa yang mendapatkan pelatihan. Padahal di Ponorogo ada 307 desa.
"Berarti kan kurang 250 an lebih," tambahnya.(mkr)
Editor : Fauzy Ahmad