KLIKJATIM.Com | Ponorogo—Ratusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Ponorogo mati suri. Pengelola BUMDes selama ini kesulitan mendapatkan modal mengelola usaha.
[irp]
Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
Anggota Komisi VII DPR RI, Sri Wahyuni mengatakan, laporan itu diterimanya saat bertemu dengan perwakilan puluhan pengelola BUMDes di Ponorogo, Selasa (28/9/2021).
“Yang dikeluhkan soal permodalan,” kata politisi Partai Nasdem ini.
Baca juga: Dukung Program PLTS 100 GWp, PLN dan Pemprov Bali Akselerasi Infrastruktur Energi Bersih
Agar lebih para pengelola BUMDes lebih profesional, Sri berjanji akan mengusulkan kepada Kementerian Desa memberikan pendampingan dan penambahan modal.
"Kami tidak henti-hentinya mendorong untuk permodalan. Sehingga bagaimana caranya masyarakat untung bukan buntung," terangnya.
Termasuk, kata dia, mengadakan pelatihan. Namun sekarang hanya 40 desa yang mendapatkan pelatihan. Padahal di Ponorogo ada 307 desa.
"Berarti kan kurang 250 an lebih," tambahnya.(mkr)
Editor : Fauzy Ahmad