Masjid Nurul Jannah PG Ajari Tanam Sayur

klikjatim.com
Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Ny Cut Laura Kusworo (dari kiri), peserta pelatihan, Dirut PG Rahmad Pribadi dan Ketua Takmir PG Rohmad. (for klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Gresik - Tidak hanya perusahaan Petrokimia Gresik yang berkiprah di sektor agroindustri. Sejumlah takmir masjid Nurul Jannah di lingkungan PG juga turut andil dalam mengkampanyekan tanam sayur dan buah.

Melalui Takmir Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, mereka memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos serta budidaya tanaman sayur bagi peserta didik dan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik.

Baca juga: Produksi Gula Nasional 2026 Diproyeksikan Tembus 3,04 Juta Ton, Berpotensi Surplus untuk Konsumsi

Kegiatan ini sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam membangun kemandirian para difabel. Selain itu juga menjadi bagian dari program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG) yang berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam regenerasi petani.

[irp]

Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, Rohmad menjelaskan, pelatihan diberikan selama tiga hari. Pelatihan diikuti oleh 86 orang yang 61 di antaranya adalah 52 peserta didik penyandang tuna rungu, dan sembilan peserta penyandang tuna netra.

Sedangkan 25 peserta pelatihan lainnya merupakan guru pendamping.Peserta mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk kompos (komposting). Pupuk yang dihasilkan dimanfaatkan untuk kebun sayur milik Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik yang pengairannya memanfaatkan air bekas wudhu para jamaah.

"Para peserta juga mendapat pelatihan untuk pengolahan lahan, bercocok tanam, hingga penjualan hasil panen. Pelatihan yang diberikan Petrokimia Gresik merupakan program yang terintegrasi," ujar Rohmad.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menyampaikan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan stakeholder untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Kali ini berkolaborasi dengan SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik.

Baca juga: Jelang Musim Tanam April, Stok Pupuk Subsidi di Jember Dipastikan Aman

"Kami ingin memberikan kontribusi, meskipun sedikit tambahan ilmu buat anak-anak supaya mereka memiliki pilihan untuk menentukan masa depannya," ujar Rahmad Pribadi.

[irp]

Menurutnya, saat ini petani di Indonesia sekitar 60 persen usianya sudah berada di atas 60 tahun, sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) ini membutuhkan regenerasi. Diharapkan peserta pelatihan ini mampu menjadi petani menggantikan SDM yang sudah tua.

Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Gresik, Cut Laura Kusworo menyampaikan bahwa liburan peserta didik SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik diisi dengan kegiatan berbobot.

Baca juga: JPE Tantang Gresik Phonska Plus di Grand Final Proliga 2026 Usai Tekuk Popsivo

"Liburan diisi dengan pelatihan. Ilmu ini Insya Allah akan sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Semoga saat masuk sekolah, anak-anak bisa langsung berkreasi menerapkan ilmu membuat kompos dan berkebun di lahan mini milik sekolah," ujarnya.

Kepala Sekolah SLB AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Dede Idawati mengapresiasi kepedulian Petrokimia Gresik terhadap difabel. Pelatihan komposting ini merupakan program baru bagi peserta didiknya.

Melalui penerjemah, Laili, salah satu peserta pelatihan menyampaikan terimakasih atas kepedulian Petrokimia Gresik. Ia yakin bahwa ilmu yang didapatkan akan menjadi bekal kemandirian.

Selain mengadakan pelatihan, Petrokimia Gresik juga memberikan sertifikat dan bantuan berupa 100 pot tanaman serta uang tunai Rp15 juta untuk modal praktik komposting dan berkebun di sekolah. (nul/hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru