PG Bantu Korban Banjir dan Longsor di Bogor

klikjatim.com
Bantuan untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Bogo, Jawa Barat diserahkan perwakilan manajemen PT Petrokimia Gresik. (ist/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Bogor -Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor mendapat perhatian dari PT Petrokimia Gresik. Melalui Petrokimia Gresik Peduli dan Berbagi, BUMN solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, memberikan bantuan kepada warga terdampak, Jumat (10/1/2020) lalu.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menjelaskan, kendati perusahaan berada di Gresik, Jawa Timur, namun pihaknya turut berempati atas apa yang dialami oleh warga di Kabupaten Bogor.

Baca juga: Produksi Gula Nasional 2026 Diproyeksikan Tembus 3,04 Juta Ton, Berpotensi Surplus untuk Konsumsi

"Berdasarkan informasi yang kami terima dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Bogor, banyak sawah dan lahan pertanian rusak terendam banjir. Dan tidak sedikit tempat tinggal petani dan penyuluh pertanian yang terkena dampaknya," ujar Rahmad.

[irp]

Dikatakan, bantuan diberikan kepada petani dan penyuluh pertanian korban banjir dan longsor di Kecamatan Nanggung, Jasinga, Cigudeg dan Sukajaya yang merupakan wilayah dengan kerusakan lahan sawah yang cukup besar.

Bantuan yang diberikan, lanjut Rahmad, telah disesuaikan dengan kebutuhan korban, yaitu dalam bentuk sembako yang berisi beras, minyak tanah, mie instan, air mineral, susu, dan telur, serta sandang (popok bayi dan selimut) sebanyak dua truk.

Baca juga: Jelang Musim Tanam April, Stok Pupuk Subsidi di Jember Dipastikan Aman

“Bantuan kami serahkan ke Pemerintah Kabupaten Bogor untuk selanjutnya didistribusikan ke korban,” ungkap Rahmad.

[irp]

Sementara itu, bencana alam di Bogor terjadi akibat tingginya curah hujan sejak 1 Januari 2020. Banjir dan longsor melanda 14 kecamatan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, menyebutkan bahwa bencana banjir dan longsor terjadi di sejumlah titik. Akibat bencana ini, per tanggal 9 Januari 2019, ada 11 orang dilaporkan meninggal dunia dan 4 lainnya hilang.

Baca juga: JPE Tantang Gresik Phonska Plus di Grand Final Proliga 2026 Usai Tekuk Popsivo

Selain itu, bencana banjir dan longsor ini mengakibatkan 29.810 orang mengungsi. Dari jumlah tersebut, 18.565 pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban saudara kita para petani dan penyuluh pertanian di Bogor yang menjadi korban banjir maupun longsor," pungkas Dirut PG Rahmad Pribadi. (nul/roh)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru