KLIKJATIM.Com | Jombang - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim berharap dan meminta agar pembangunan jembatan Ploso Jombang bisa selesai tepat pada waktunya yaitu pada akhir Desember 2021.
[irp]
Baca juga: Semarak HUT ke-81 RI, Ratusan Pelajar Lamongan Unjuk Kreativitas di Karnaval Nusantara Megilan
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi D DPRD Jatim, Masduki Sabtu (11/9/2021). Komisi D DPRD Jatim melakukan kunjungan kerja ke jembatan Ploso yang langsung dipimpin ketua Komisi D DPRD Jatim, Kuswanto dan anggota komisi D DPRD Lainnya, serta juga dihadiri oleh PU Bina Marga Jatim, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya, pelaksana proyek Waskita, Jumat (10/9/2021).
“Kami ingin memastikan pekerjaan Multi Year Contact yang bersumber dari APBN 2020-2021 itu berjalalan sesuai dengan schedule, yaitu 463 hari kalender,”ujar Masduki Anggota Dewan dari Dapil Mojokerto - Jombang itu.
Dijelaskan oleh Gus Uki, sapaan akrab Masduki, bahwa saat ini proyek yang Pembangunanya di anggarkan melalui APBN senilai Rp. 125.861.033.000. progres Minggu ke 50 itu sudah mencapai 77.461%. “Kalau sesuai target tanggal 31 Desember pembangunan jembatan Ploso Jombang itu Sudah selesai,” kata Masduki politisi asal Fraksi PKB.
Gus Uki yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Mojokerto itu menekankan, agar pekerjaan proyek jembatan Ploso itu harus sesuai target dan tetap menjaga kwalitasnya. “Jangan sampai kejar target tapi kwalitas pembangunan nya gak bagus,”pintanya.
Baca juga: Siap-Siap! Bandara Internasional Dhoho Kediri Bersiap Jadi Embarkasi Haji Musim Mendatang
Dimana saat dalam kunjungan kerja Komisi D DPRD Jatim ini juga disampaikan perbaikan pasca selesai pembangunan, seperti jalan – jalan sekitar yang rusak akibat dampak dari pembangunan Proyek jembatan Ploso ini akan diperbaiki pihak Waskita dan pihak Bina Marga Jombang.
Masduki juga berharap, agar pembangunan jembatan Ploso Jombang yang masuk perpres 80 juga berdampak signifikan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. “Kami sebagai Wakil Rakyat akan terus memonitoring Pembangunan jembatan Ploso yang tepat di sisi utara sungai Brantas, Desa Rejoagung, sebab pembangunan jembatan Ploso yang baru ini sudah lama menjadi impian masyarakat sekitar,” harapnya
“Saya juga mendorong dalam pelaksanaan pembangunan jembatan Ploso ini, karena jembatan yang lama sudah tidak layak lagi dilewati, dan saya sendiri sempat kwatir terhadap jembatan yang lama itu terjadi runtuh akibat tidak bisa menanggung beban kendaraan besar yang lewat di jembatan itu.”pungkasnya.
Baca juga: PLN SustainAction 2026 Kembali Hadir, Buka Kesempatan bagi Inovasi Berkelanjutan
Sementara itu ketua Komisi D DPRD Jatim, Kuswanto mengatakan pembangunan Jembatan Ploso Baru ini merupakan salah satu proyek yang masuk dalam percepatan pembangunan di Jatim, yang terdapat dalam Perpres 80 tahun 2019. Karena itu, pihaknya melakukan sidak guna memastikan progress pembangunan jembatan ini bisa selesai sesuai target.
Kuswanto optimis, jika jembatan ini rampung, tentu dampaknya akan mengungkit perekonomian di luar ring satu di Jatim, selain Surabaya dan sekitarnya. Sebab, saat ini Jombang menjadi daerah pergeseran industri yang tadinya daerah industri berada di ring 1, sekarang sudah bergeser melebar termasuk Nganjuk, Jombang, dan lainnya.
Seperti diketahui sebelumnya, bahwa proyek jembatan baru Ploso Jombang itu berada di bawah kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pemenang lelang dalam proyek ini adalah PT Waskita karya. Jembatan baru Ploso ini akan menjadi penghubung wilayah Jombang dengan daerah-daerah Pantura dan keberadaan nya diharapkan membawa manfaat dan kemaslahatan masyarakat sekitarnya.(ris)
Editor : Redaksi