Terjadi Gelombang Tinggi di Pantai Sidem, 3 Ekor Lumba-lumba Terdampar

klikjatim.com
Lumba-lumba yang belum bisa dievakuasi. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Peristiwa lumba-lumba terdampar kembali terjadi. Kali ini ditemukan di kawasan Pantai Sidem, Tulungagung. Totalnya ada 3 ekor lumba-lumba yang sedang terdampar tersebut.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Para nelayan dan warga sekitar yang mengetahuinya langsung berusaha mendorong ketiga lumba-lumba kembali ke perairan pantai Sidem, pada Minggu (5/9/2021) pagi. 2 lumba-lumba dengan ukuran lebih kecil sudah bisa didorong ke tengah laut. Sedangkan 1 lumba-lumba yang berukuran sekitar 2 meter belum bisa didorong kembali ke laut.

Penjaga Pantai Sidem, Yanto Eses yang ditemui pasca evakuasi mengatakan, tingginya air pasang dan gelombang yang tidak seperti biasanya di pantai sidem membuat evakuasi tidak berjalan dengan mulus. "Karena ini ombaknya termasuk tinggi mas, makanya ndak mudah juga mendorongnya ke tengah," ujar Yanto.

Dia mengaku, dirinya bersama teman-teman yang lain sudah berusaha lebih kurang 25 kali mendorong lumba-lumba berukuran besar itu ke tengah laut. Namun selalu gagal dan kembali lagi ke pinggir pantai.

"Ini kaki saya sampai ndak bisa digerakkan, ada sekitar 25 kali mendorong ini ke tengah tapi ndak berhasil," jelas Yanto.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Selain tenaga relawan dan nelayan yang sudah terkuras, kondisi lumba-lumba sendiri diyakini juga sudah mulai lemas dan tidak bisa dengan mudah melawan arus menuju ke tengah.

"Mungkin karena ikannya sendiri sudah lemas, jadi susah untuk melawan arus," ucapnya.

Sementara itu Kapolsek Besuki, AKP Sumaji mengatakan bahwa proses evakuasi memang dilakukan dengan cara manual. Karena nelayan tidak berani menggunakan perahunya untuk mendorong mamalia laut ini ke tengah laut saat gelombang tinggi seperti ini.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

"Evakuasinya manual, ndak ada nelayan yang berani mas makai perahunya karena gelombangnya lagi tinggi," jelas Sumaji.

Namun Sumaji menuturkan bahwa saat ini masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak lain untuk memudahkan proses evakuasi ke laut. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan anggota di lokasi kejadian untuk mengantisipasi kerumunan warga yang bisa saja terjadi karena ingin melihat lebih dekat.

"Kita siapkan anggota untuk antisipasi kerumunan, apalagi ini kan masih PPKM level 3," pungkasnya. (nul)

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru