Agustus,Inflasi Jatim Capai 0,26 Persen dan Surabaya Juaranya

klikjatim.com
Inflasi Jatim

KLIKJATIM.Com | Surabaya -Laju Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi  provinsi Jawa Timur pada bulan Agustus 2021 tercatat mencapai 0,26 persen. Kondisi ini terjadi karena adanya kenaikan harga di sebagian besar besar komoditi. Tingkat inflasi tahun kalender Januari-Agustus 2021 sebesar 1,33 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2021 terhadap Agustus 2020) sebesar 1,88 persen.

[irp]

Baca juga: Kepercayaan Jadi Fondasi Distribusi Energi, PT Patra Logistik Tunjukkan Perannya di ELSF 2026

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran, sembilan kelompok mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi, dan satu kelompok lainnya tidak mengalami perubahan,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Dadang Hardiwan di Surabaya, Rabu (1/9/2021).

Ia mengungkapkan, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah yaitu kelompok pendidikan sebesar 1,49 persen, diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,55 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,48 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,24 persen dan kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,21 persen.

Sementara kelompok transportasi sebesar 0,16 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah yaitu kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,15 persen. Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan.

Baca juga: Perkuat Tata Kelola dan Transformasi Bisnis, SGN Tegaskan Komitmen Hadapi Tantangan Industri Gula

“Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Agustus 2021 diantaranya adalah biaya pendidikan akademi atau perguruan tinggi, minyak goreng, tomat, daging ayam ras, jagung manis, tarif dokter umum, ikan gurame, sekolah menengah atas, pepaya, dan juice buah siap saji,” tambahnya.

Dari delapan kota yang menjadi acuan perhiungan IHK, lima kota mengalami inflasi dan tiga kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi yaitu Surabaya sebesar 0,37 persen, kemudian diikuti Madiun sebesar 0,15 persen, Probolinggo sebesar 0,06 persen, Jember sebesar 0,04 persen dan Malang sebesar 0,03 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi yaitu Sumenep sebesar 0,16 persen, serta Kediri dan Banyuwangi masing-masing sebesar 0,08 persen.

“Jika dibandingkan tingkat inflasi Tahun Kalender Januari - Agustus 2021 di 8 kota IHK Jawa Timur, Surabaya merupakan kota dengan inflasi Tahun Kalender tertinggi yaitu mencapai 1,58 persen, sedangkan kota yang mengalami inflasi Tahun Kalender terendah adalah Kediri sebesar 0,56 persen,” tegas Dadang.

Baca juga: Laka Maut di Tikungan Gumitir: Nekat Mendahului, Truk Hantam Pengendara Motor Hingga Tewas

Jika dilakukan pengamatan terhadap sepuluh komoditas yang menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di masing-masing kota IHK di Jawa Timur, maka komoditas tomat menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di seluruh kota IHK di Jawa Timur, disusul minyak goring, daging ayam ras. Sedangkan sepuluh komoditas yang menjadi penghambat utama terjadinya inflasi di masing-masing kota IHK Jawa Timur, yaitu komoditas cabai rawit, cabai merah. (*)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru