KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Sejumlah kepala sekolah (Kepsek) jenjang SMP Negeri di Kabupaten Ponorogo telah memasuki masa pensiun. Per 2 September 2021 ini, tercatat ada 8 sekolah negeri di Ponorogo yang akhirnya terpaksa dijabat pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan sementara.
[irp]
"Data yang kosong itu ada 8 SMP. Awalnya 7 SMP, tapi hari ini ada kepala sekolah yang purna lagi, SMP 2 Sukorejo. Jadi total 8," ujar Kabid Ketenagakerjaan Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Sarjono, Kamis (2/8/2021).
Delapan SMP itu adalah SMPN 8 Ponorogo, SMPN 2 satu atap Ngebel, SMPN 1 Sambut, SMPN 2 Bungkal. SMPN 1 Ponorogo, SMPN 2 Babadan, SMPN 2 Slahung dan SMPN 2 Sukorejo.
Menurutnya, sekolah yang tanpa nahkoda itu solusinya dijabat oleh kepala sekolah dari SMP lain. "Contohnya itu kayak SMPN 3 Ponorogo, Plt-nya dari SMPN 1 Babadan," terangnya.
Dia menerangkan dari 8 sekolah itu mulai kosong kepala sekolahnya rata-rata sejak tahun 2020. Ada yang mulai kosong bulan Februari, September dan Desember.
"Ya kalau double gitu dibilang ganggu kinerja ya ganggu. Makanya kami memilih yang berkompeten saja," terangnya.
Sehingga mereka yang double job bisa memasang kebijakan yang strategis. Dindik juga sudah memilah orang-orang yang dipercaya merangkap jabatan tersebut mempunyainya kompetensi.
"Ya kalau tidak berkompenten akan kacau. Karena otomatis beban tugas bertambah," bebernya .
Dia pun menegaskan bahwa kekosongan ini akan segera diisi. Hingga kini sudah ada 6 orang yang lulus diklat kepala sekolah.
"Insya Allah waktu dekat, akhir minggu ini sudah berikan nama. Akan disodorkan ke bupati dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Nanti dipertimbangkan siapa yang layak menduduki," pungkasnya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad