KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas mulai dilakukan di Sidoarjo, menyusul status daerah setempat masuk dalam kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan zona oranye atau risiko sedang terkait penyebaran Covid-19, Senin (30/8/2021). Kebijakan terkait kelonggaran, salah satunya untuk pendidikan ini mengacu sesuai Surat Kesepakatan Bersama (SKB) empat menteri.
[irp]
Sekolah yang sudah mulai melakukan PTM terbatas adalah SMAN 2 Sidoarjo. Dalam pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Mulai dari pintu masuk, semua murid dan guru dicek suhu badanya terlebih dahulu. Tempat cuci tangan dengan air mengalir juga tersedia di banyak titik.
“Semua pengajar SMAN 2 telah divaksin. Beberapa waktu lalu, seribu lebih murid kami juga telah divaksin. Hal ini tentu meningkatkan kepercayaan kami menggelar PTM terbatas,” jelas Kepala Sekolah SMAN 2 Sidoarjo, Nurseno.
Untuk hari pertama ini, peserta didik yang masuk sekolah adalah siswa kelas XII dengan kapasitas 50 persen. Selanjutnya digilir untuk siswa kelas XI dan X. “Satu kelas kita bagi dua. Sehingga per kelas hanya diisi 16 atau 17 siswa. Lama PTM dibatasi 4 jam saja. Agar tidak jenuh, pelajaran yang diberikan bervariasi. Tidak hanya eksakta saja,” terangnya.
Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil
Adapun jumlah murid di SMAN 2 Sidoarjo ini sebanyak 1.460. “Dari jumlah tersebut, ada wali murid yang belum mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas. Tapi jumlahnya sangat sedikit, hanya satu dua saja. Namun mereka tetap bisa mengikuti pelajaran secara daring,” imbuh Nurseno.
Pelaksanaan PTM terbatas juga berlangsung di SMAN 3 Sidoarjo. Untuk hari pertama, sebanyak 50 persen siswa kelas XII mengikuti pelajaran dengan durasi empat jam. “Alhamdulilah semua pengajar telah divaksin semua. Namun untuk peserta didik masih sepertiganya yang telah divaksin. Harapan kami pada awal bulan September, semua peserta didik mendapatkan vaksin,” tutur Kepala Sekolah SMAN 3, Ristiwi Peni.
Sebagai persiapan PTM terbatas, lanjut Peni, sekolahnya telah menyiapkan sarana prasarana prokes. “Selain sarana prokes, alur keluar masuk peserta didik diatur agar tidak terjadi kerumunan. Sekolah kami juga membentuk Satgas Covid yang terdiri dari pengajar dan peserta didik yang bertugas menegakkan pelaksanaan prokes di lingkungan sekolah,” terangnya.
Dari jumlah 1.217 murid di SMAN 3 Sidoarjo, ada 97 wali murid yang belum mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas. “Sekolah menerapkan blended learning. Artinya, siswa yang belajar di sekolah dengan tatap muka, guru juga berkewajiban memberikan pembelajaran secara e-learning bagi siswa di rumah,” imbuh Peni. (nul)
Editor : Satria Nugraha