KLIKJATIM.Com | Gresik — Bangunan cagar budaya Gedung Nasional Indonesia (GNI) yang terletak di Jalan Pahlawan sedang direnovasi. Meski demikian, proses perbaikan tidak serta merta langsung dikerjakan begitu saja layaknya bangunan umum. Bahkan, dalam mempertahankan nilai cagar budaya Pemkab Gresik menggandeng tim Arkeolog untuk proses perekaman pemugaran situs.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi
Beberapa perbaikan yang dilakukan di gedung bersejarah itu antara lain bagian genteng. Tampak genteng atap mulai diturunkan untuk proses pemilahan.
Kepala Seksi Sejarah Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Gresik, Khairil Anwar mengatakan, genteng-genteng itu seluruhnya diturunkan. Yaitu untuk dilakukan proses perekaman hingga pembersihan. Genteng-genteng itu oleh pekerja direndam menggunakan air. Setelah itu genteng yang masih layak akan tetap dipasang kembali. Sementara yang sudah rusak akan diganti dengan genteng yang baru.
Khairil menyebut, sejauh ini dirinya belum bisa menjabarkan berapa persen unsur bangunan yang akan dipertahankan. Sebab proses pemugaran itu dilakukan sambil berjalan.
“Belum bisa, karena kami menentukan mana yang diperbaiki dan yang tetap digunakan sambil jalan bergantian dari titik satu ke titik lain,” ucap Khairil, Minggu (29/8/2021).
Selain itu, dirinya memastikan untuk kayu penyangga atap kemungkinan besar akan diganti. Karena kondisinya sudah lapuk dan rawan roboh. “Semuanya melalui tahap perekaman. Kalau sudah baru bisa dilakukan tindakan,” ujarnya.
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
Pria asli Bawean ini menambahkan, seluruh bagian yang ada di GNI akan dilakukan monitoring untuk mengecek kondisi bangunan. Termasuk penyangga tangga naik ke lantai dua hanya ada satu unit. “Untuk yang tangga ini kami akan koordinasi dengan Dinas PUTR lebih dulu, apakah ikut dikerjakan atau tidak,” imbuhnya.
Terpisah, Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi mengapresiasi kinerja Pemkab Gresik karena melibatkan arkeolog dalam pemugaran situs cagar budaya. Dirinya mengaku sempat melihat ke lokasi pengerjaan. “Ini bagus, saya lihat tidak semuanya diganti. Jadi unsur yang masih bagus tetap digunakan,” katanya.
Langkah pelibatan arkeolog dalam pengerjaan situs budaya ini perlu ditindak lanjuti. Sebab, di Gresik banyak sekali situs cagar budaya.
Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
Menurut Politisi PKB itu, pelibatan arkeolog juga bisa mempengaruhi rencana penataan kawasan wisata religi Malik Ibrahim. Sejauh ini rencana penataan yang diperkirakan menelan anggaran Rp 50 miliar itu belum terealisasi.
“Itu kan dana dari pusat, kalau ada arkeolog seperti ini bisa meyakinkan pemberi dana itu dari bank dunia,” katanya.
Seperti diketahui, dalam APBD 2021 ini Pemkab Gresik menganggarkan Rp 2,3 miliar untuk pemugaran cagar budaya GNI. Nantinya setelah gedung jadi, akan digunakan untuk pusat kegiatan seni di lantai pertama dan lantai kedua untuk pusat informasi. (nul)
Editor : Redaksi