Tips Memakai Masker yang Efektif di Tengah Pandemi

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Ilustrasi pemakaian masker yang benar. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik— Penggunaan masker merupakan salah satu dari protokol kesehatan (prokes) yang terdiri dari 5M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas dan mencuci tangan.

[irp]

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

Karena itu, penggunaan masker secara benar sangatlah penting. Sebab tak dipungkiri bahwa sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum benar dalam memakai masker.

"Kadang sering lihat bagian hidungnya terbuka, maskernya terlalu longgar dan melorot sampai mulut, ini kan sama saja tidak memakai masker," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik, drg. Saifudin Ghozali.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memakai masker agar efektif mencegah penularan. Ia pun menyarankan langkah-langkah berikut:

1.Sebelum memasang masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir (minimal 20 detik) atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%). Kemudian pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung dan pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker.

2.Hindari menyentuh masker saat digunakan. Bila tersentuh, maka cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik atau bila tidak ada, cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%).

3.Ganti masker yang basah atau lembab dengan masker baru. Untuk masker medis hanya boleh digunakan satu kali saja. Sedangkan masker kain dapat digunakan berulang kali.

4.Jika ingin membuka masker bisa dilepaskan dari belakang. Jangan sentuh bagian depan masker. 

5.Untuk masker sekali pakai harus segera dibuang di tempat sampah tertutup atau kantong plastik. Sedangkan masker kain bisa segera dicuci dengan deterjen.

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

"Untuk memasang masker baru, ikuti langkah pertama," saran Ghozali.

Selanjutnya, masyarakat pun disarankan untuk memakai masker dobel karena adanya varian baru virus Covid-19.

Penggunaan masker dobel juga harus dilakukan dengan cara yang benar agar bisa bekerja secara efektif. Ghozali menyarankan pemakaian masker dobel dilakukan dengan kombinasi masker medis dan masker kain.

"Gunakan masker bedah sebagai lapisan pertama. Pastikan kawat tipis yang terdapat di bagian atas masker bedah ditekan ke arah wajah, sehingga bentuknya mengikuti bentuk hidung. Lalu, lapisi masker bedah dengan masker kain yang terdiri dari 3 lapis kain. Pakailah masker kain yang ukurannya pas," terangnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, Ummi Khoiroh juga menyarankan, saat memakai masker dobel pastikan tali atau karet masker kain dikaitkan dengan baik pada telinga atau diikat di bagian belakang kepala. "Coba hembuskan napas dan rasakan apakah masih ada udara yang mengalir dari sisi atas dan sisi samping masker. Bila masih ada, atur kembali posisi dan kekencangan masker. Pastikan Anda tetap bisa bernapas dengan nyaman dan tidak merasa pusing atau berkunang-kunang karena pemakaian masker dobel ini," terang Ummi.

Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri

Sebagaimana penggunaan masker dengan cara biasa, maka masker bedah (medis) tetap harus dibuang setelah sekali pakai meski ditutupi oleh masker kain. Untuk masker kain masih bisa digunakan kembali, tapi harus dicuci terlebih dahulu sampai bersih.

Penting untuk diingat, masker dobel yang disarankan di sini hanyalah kombinasi dari masker bedah dan masker kain. Jangan melapisi masker bedah dengan masker bedah lainnya, karena ini tidak akan memberikan perlindungan yang lebih baik.

Selain itu, tidak semua jenis masker dapat dirangkap. Contohnya masker KN95. Masker jenis ini sudah memiliki kemampuan menyaring udara yang tinggi sehingga tidak perlu dilapisi dengan masker jenis lain.

Berbeda dengan anak-anak, pemakaian masker dobel tidak direkomendasikan. Karena dapat membuat anak sulit bernapas. (nul)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru