Baru Dua Hari PTM, Kini Sekolah di Ponorogo Akhirnya Daring Lagi

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Kabupaten Ponorogo kembali terperosok ke PPKM Level 4, setelah selama 2 pekan berada di Level 3. Hal ini menyebabkan beberapa aturan pun diubah. Salah satunya tentang pembelajaran di sekolah yang sebelumnya boleh tatap muka, kini terpaksa harus kembali melalui sistem online atau daring.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

"Ya kecewa lah. Padahal anak-anak sudah antusias masuk sekolah. Baru dua hari baru masuk, sekarang harus online lagi," ujar salah satu Wali Siswa, Pipit Fitria, Kamis (26/8/2021).

Dia menyebut keputusan untuk sekolah secara online baru diterima tadi malam. Banyak wali siswa yang protes. Pasalnya anak mereka sudah bosan belajar secara online.

"Ilmunya juga tidak bisa diserap secara maksimal. Selama ini daring terus. Baru Senin kemarin lho masuk. Ini udah daring," tambahnya.

Sementara Ketua MKKS SMP Ponorogo, Sutarno mengaku sebagai pendidik prihatin. Namun, apapun yang terjadi harus melaksanakan imbauan sesuai kebijakan dari pemerintah kabupaten.

"Ya prihatin. Tapi harus mendukung program pemerintah. Baru saja masuk kok ya harus online lagi," terangnya.

Padahal, dia mengklaim sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. Dia berharap tetap ada tatap muka walaupun hanya sebagian saja yang masuk.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

"Siswa-siswa lho sudah semangat masuk sekolah. Pasti beda antara online dan tatap muka," terangnya.

Jika hanya sekedar transfer ilmu bisa lewat online. Namun, untuk pendidikan karakter harus melalui tatap muka langsung.

Hal yang sama disampaikan Kasie SMA Kantor Dindik Jatim Cabang Ponorogo, Eko Budi Santoso. Pihaknya mengaku harus menyesuaikan dengan aturan yang ada. Siswa SMA di bumi reog harus belajar secara daring lagi.

"Kecewa ya kecewa. Ya aturan yang harus dilaksanakan," terang Eko.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Dia menilai siswa SMA di Ponorogo sudah semangat kembali masuk sekolah. Jiwa belajarnya juga mulai ada. Pasalnya saat awal masuk PTM (pembelajaran tatap muka) siswa masih bergantung handphone.

"Dikit-dikit lihat handphone. Setelah masuk 3 hari mereka kemudian sadar. Handphone-nya disimpan. Sekarang harus online lagi," urainya.

Harapannya ada kebijakan. Pasalnya SMA di Ponorogo sudah melakukan prokes ketat. Juga ada pengawasan ketat dari kantor cabdindik.

"Harapannya, ya meski pandemi, sekali lagi PTM ini dijalankan. Prokes ketat. Terutama SMA, insya Allah tercukupi dan sudah lama kita adakan. Kesiapan sudah berkali-kali dicoba. Level 4 minta kelonggaran. Entah itu 25 persen," pungkasnya. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru