KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Program Warung Naik Kelas (Wenak) terus digulirkan di Banyuwangi. Program ini memfasilitasi warung-warung rakyat untuk naik kelas dengan peralatan yang lebih memadai, melalui dukungan dari pemerintah daerah.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyerahkan bantuan kepada 300 warung rakyat yang dilakukan secara simbolis kepada sejumlah perwakilan warung di Kecamatan Kalibaru, Kecamatan Glenmore, dan Kecamatan Genteng, Senin (23/8/2021). Pada tahap sebelumnya ada 100 warung rakyat yang menerima bantuan ini melalui sinergi lintas sektor.
"Warung rakyat ini adalah salah satu tumpuan banyak masyarakat. Pemilik warungnya mendapatkan nafkah, warga masyarakat memperoleh makanan dengan harga terjangkau. Kami bantu agar tetap bergeliat di masa sulit ini, sekaligus ini bagian dari pemulihan ekonomi," ungkap Ipuk.
"Ini merupakan bagian dari program UMKM Naik Kelas yang kita canangkan. Ada banyak pendekatannya, ada bantuan warung, fasilitasi perizinan, PIRT, bantuan alat produksi, kemasan, pemasaran, dan sebagainya. Ada juga hampir 7.000 PKL mendapat bantuan dana selama PPKM," imbuh Ipuk.
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
Para penerima merupakan usulan dari masyarakat yang kemudian diverifikasi oleh dinas terkait. "Dananya kita transfer ke masing-masing pemilik warung, masing-masing Rp1 juta. Nanti bisa digunakan untuk beli alat atau melengkapi warung seperti membeli etalase, alat makan, dan sejenisnya. Para penerima adalah pengusaha ultra mikro. Sehingga dengan bantuan yang nominalnya tidak besar ini bisa memberi dampak untuk pengembangannya," terang Ipuk.
Salah seorang pemilik warung kecil yang didatangi langsung oleh Ipuk adalah Dewi Astutik di Dusun Krajan, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru. Dewi pun mengaku bersyukur dengan bantuan tersebut. "Ini dapat jadi tambahan usaha kami yang akhir-akhir ini cukup sulit," ungkap ibu rumah tangga yang telah berjualan sejak 5 tahun silam itu.
Selain berjualan di rumahnya, Astutik mengaku juga berjualan keliling ketika ada keramaian seperti pengajian atau ada orang hajatan. "Akhir-akhir ini kan tidak boleh ada acara yang ramai-ramai. Jadi, ya tidak bisa jualan lagi," imbuhnya.
Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
Hal senada juga disampaikan oleh Sulasiyem. "Alhamdulillah, ini bisa saya buat untuk beli etalase. Jadi jualan saya lebih bersih," ungkap pedagang nasi campur di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng itu.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Ipuk juga mengajak para pedagang untuk menerapkan protokol kesehatan saat berjualan. (nul)
Editor : Apriliana Devitasari