Galakkan Program Wenak, Ratusan Warung di Banyuwangi Bakal Naik Kelas

klikjatim.com
Pemkab Banyuwangi memberikan bantuan warung naik kelas kepada warga. (Istimewa)

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Program Warung Naik Kelas (Wenak) terus digulirkan di Banyuwangi. Program ini memfasilitasi warung-warung rakyat untuk naik kelas dengan peralatan yang lebih memadai, melalui dukungan dari pemerintah daerah.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyerahkan bantuan kepada 300 warung rakyat yang dilakukan secara simbolis kepada sejumlah perwakilan warung di Kecamatan Kalibaru, Kecamatan Glenmore, dan Kecamatan Genteng, Senin (23/8/2021). Pada tahap sebelumnya ada 100 warung rakyat yang menerima bantuan ini melalui sinergi lintas sektor.

"Warung rakyat ini adalah salah satu tumpuan banyak masyarakat. Pemilik warungnya mendapatkan nafkah, warga masyarakat memperoleh makanan dengan harga terjangkau. Kami bantu agar tetap bergeliat di masa sulit ini, sekaligus ini bagian dari pemulihan ekonomi," ungkap Ipuk.

"Ini merupakan bagian dari program UMKM Naik Kelas yang kita canangkan. Ada banyak pendekatannya, ada bantuan warung, fasilitasi perizinan, PIRT, bantuan alat produksi, kemasan, pemasaran, dan sebagainya. Ada juga hampir 7.000 PKL mendapat bantuan dana selama PPKM," imbuh Ipuk.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Para penerima merupakan usulan dari masyarakat yang kemudian diverifikasi oleh dinas terkait. "Dananya kita transfer ke masing-masing pemilik warung, masing-masing Rp1 juta. Nanti bisa digunakan untuk beli alat atau melengkapi warung seperti membeli etalase, alat makan, dan sejenisnya. Para penerima adalah pengusaha ultra mikro. Sehingga dengan bantuan yang nominalnya tidak besar ini bisa memberi dampak untuk pengembangannya," terang Ipuk.

Salah seorang pemilik warung kecil yang didatangi langsung oleh Ipuk adalah Dewi Astutik di Dusun Krajan, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru. Dewi pun mengaku bersyukur dengan bantuan tersebut. "Ini dapat jadi tambahan usaha kami yang akhir-akhir ini cukup sulit," ungkap ibu rumah tangga yang telah berjualan sejak 5 tahun silam itu.

Selain berjualan di rumahnya, Astutik mengaku juga berjualan keliling ketika ada keramaian seperti pengajian atau ada orang hajatan. "Akhir-akhir ini kan tidak boleh ada acara yang ramai-ramai. Jadi, ya tidak bisa jualan lagi," imbuhnya.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Hal senada juga disampaikan oleh Sulasiyem. "Alhamdulillah, ini bisa saya buat untuk beli etalase. Jadi jualan saya lebih bersih," ungkap pedagang nasi campur di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng itu.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ipuk juga mengajak para pedagang untuk menerapkan protokol kesehatan saat berjualan. (nul)

Editor : Apriliana Devitasari

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru