KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Sebanyak 585 koperasi di Kabupaten Bojonegoro tak terurus. Selain karena pinjaman macet, tenaga koperasi di Bojonegoro juga banyak yang belum kompeten.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Bojonegoro Setyo Yuliono mengatakan, koperasi yang berada di bawah naungan dinas ada sebanyak 1.262 unit. Namun, yang aktif hanya 585 unit, selebihnya hingga saat ini sudah berkembang.
Baca juga: Antisipasi Banjir, TNI dan Warga Sukorejo Gotong Royong Bersihkan Sungai Avur
[irp]
"Kalau yang aktif ada 677 unit koperasi," katanya, di Bojonegoro, Jumat (10/1/2020).
Menurut Setyo, koperasi yang tidak aktif itu merupakan koperasi yang sudah lama berdiri. Koperasi yang tidak aktif itu bermasalah dengan karyawan yang belum bisa memenuhi tuntutan usaha.
Baca juga: Lewat SAPA BUPATI, Warga Sampaikan Jalan Rusak dan PJU, Bupati Bojonegoro Instruksikan Tindak Lanjut
"Selain itu, pinjaman dari nasabah koperasi macet, belum dibayar. Sehingga koperasi tidak bisa memutarkan pinjamannya," ungkapnya.
[irp]
Baca juga: Banjir Jalur KA Pekalongan, Ratusan Penumpang di Bojonegoro Batalkan Tiket
Melihat kondisi ini, lanjut Setyo, pihakya saat ini sedang gencar melakukan pembinaan dan penyuluhan. Harapannya, koperasi yang masih aktif bisa berkembang. Sementara koperasi yang vakum, bisa aktif lagi.
"Kami berikan pembinaan dan penyuluhan untuk pengembangan SDM. Kami dorong yang tidak aktif bisa aktif kembali," terang dia. (af/mkr)
Editor : M Nur Afifullah