KLIKJATIM.Com | Gresik – Pasien Ernawati (26), warga Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Bawean, masih menjalani perawatan serius di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Ibnu Sina, Gresik, Kamis (9/1/2020). Sesuai hasil pemeriksaan tim dokter, kondisi terakhir memang belum stabil setelah operasi untuk mengeluarkan bayi yang meninggal di dalam kandungan selama 4 hari.
Endri Wijanarto mengatakan, pihaknya saat ini masih terus memantau perkembangan pasien dengan melakukan pemeriksaan secara intensif. Dan hasil pemeriksaan sementara memang ditemukan adanya infeksi pada diri pasien.
Baca juga: Gelar Salat Id Bersama Forkopimda, Bupati Sampang Ingatkan Kesetaraan Umat di Hadapan Allah SWT
[irp]
“Memang ada infeksi yang kemungkinan itu bisa berkomplikasi ke organ yang lain,” ungkap dokter spesialis anestesi ini kepada awak media.
Baca juga: Salat Id di Masjid Darussalam, Bupati Bojonegoro Titipkan Tiga Pesan Sakral Iduladha
Namun, untuk memastikan perkembangannya masih terus dipantau sambil melakukan evaluasi. Karena sekarang masih menunggu dari hasil pemeriksaan secara medis.
[irp]
Baca juga: Puluhan Hewan Kurban Dibagikan BKMS dan Tenant JIIPE untuk Masyarakat Gresik
Kendati demikian, dr. Endri mengaku sudah menyiapkan terkait semua peralatan dan beberapa upaya jika memang perlu adanya tindakan. “Alat-alatnya sudah kita siapkan semuanya di sini, seperti mesin napas (ventilator, red) dan sebagainya. Untuk (masalah) infeksinya sudah kita koordinasikan terkait penanganan pasien," tandasnya.
Seperti dibertakan sebelumnya, bayi pasien Ernawati yang masih dalam kandungan dinyatakan meninggal sejak Minggu (5/1/2020) dan baru dioperasi untuk pengeluaran bayi pada Rabu (8/1/2020) kemarin. Dugaan penyebab kematian bayi di dalam kandungan ini, karena lambatnya penanganan medis menyusul tidak adanya dokter spesialis untuk melakukan tindakan operasi di Rumah Sakit Umar Mas’ud Bawean. (iz/nul)
Editor : Redaksi