KLIKJATIM.Com | Gresik—Usaha mikro, kecil dan menangah (UMKM) di Gresik cukup banyak. Menurut data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag (Diskoperindag) ada 171 ribu UMKM milik Kota Santri. Sejauh ini, tujuh produk diantaranya telah masuk ke gerai toko modern.
[irp]
Baca juga: Sambut 1448 Hijriah, Ratusan Siswa Yayasan Al-Abror Sukosewu Bojonegoro Semarakkan Pawai Ta'aruf
Kepala Diskoperindag Pemkab Gresik Agus Budiono mengatakan, awalnya pihaknya mengajukan sebanyak 31 produk industri rumah tanggah. Jumlah itu karena sudah mengantongi sertifikat secara lengkap. Akhirnya diajukan PT Indomarco Prismatama yang sempat menjalin kerjasama dengan Pemkab Gresik.
Nah dari 31 produk yang diajukan tersebut, pihak PT Indomarco sebagai pemilik gerai melakukan verifikasi. Hasilnya, tujuh produk UMKM lolos verifikasi dan saat ini sudah terpasang di Toko Modern milik PT Indomarco.
Dikatakan Agus, tujuh produk itu belum menyasar di seluruh toko modern milik PT Indomarco. Sebab, perlu dilihat tingkat permintaan konsumennya. “Nanti itu juga dievaluasi, apakah produknya laku atau tidak. Kalau tidak begitu laku ya mungkin akan dievaluasi oleh PT Indomarco,” katanya, Minggu (8/8/2021).
Agus mengakui, persaingan penjualan di gerai toko modern begitu ketat. Apalagi produk milik Gresik belum begitu populer. “Memang ada yang sudah punya branding nasional, ada yang ekspor, tapi ekspor belum resmi,” ujarnya.
Karena itu, agar produk UMKM semakin berkembang, pihaknya juga akan menggandeng pihak Bea Cukai. Yakni untuk mempermudah proses ekspor produk tersebut.
Pihaknya berharap, masyarakat bisa mempertimbangkan ketika belanja di toko modern. Sebab produk produk itu memiliki gerai sendiri dan terpampang di baris depan.
Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'
Anggota Komisi IV DPRD Gresik Muchamad Zaifudin mengapresiasi dengan adanya beberapa produk asli Kabupaten Gresik bisa masuk ke toko modern. Pihaknya sebagai legislatif akan terus mendorong pelaku UMKM Gresik agar bisa bersaing dengan produk pabrikan.
”Tentunya dengan difasilitasi oleh pemerintah mulai dari pengemasan, perijinan pemasaran dan higiens bahan baku,” ucapnya.
Politisi muda asal Dapil IV (Wringinanom dan Driyorejo) itu menyebut dalam kondisi pandemi Covid-19 ini pelaku UMKM sangat diharapkan bisa bertahan dan bangkit.
”Karena UKM ini lah yang bisa bertahan dan bangkit di saat kondisi pandemi seperti ini,” tandasnya.
Baca juga: Honda Premium Matic Day Blitar Meriahkan Akhir Pekan, Padukan Komunitas Motor dan Program UKH
Perlu diketahui, beberapa waktu lalu Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan kerjasama dengan PT Indomarco Prismatama. Yakni agar produk UMKM Gresik bisa di jual di gerai milik PT Indomarco. Tidak hanya itu, para pelaku usaha ini juga dibekali dengan sertifikasi produk halal oleh Diskoperindag.
Menurut data Diskoperindag, sejak tahun 2016 lalu tercatat sudah ada 415 UMKM bersertifikasi merk dan 92 halal. Rinciannya, tahun 2016 sebanyak 62 merk, tahun 2017 60 merk, 2018 40 merk, 2019 126 merk, 2020, 75 merk, dan 2021 52 merk. “Yang sertifikasi halal baru ada tahun 2018 kemarin, sehingga jumlahnya baru 92,” imbuhnya.
Sebelumnya, UMKM itu bisa dipasarkan di 150 outlet dengan satu etalase. “Ya ini lumayan, sehingga warga Gresik bisa merasakan dan membeli produk produk dari Gresik sendiri,” katanya.
Dengan langkah ini, pihaknya berharap para pelaku UMKM terus mengembangkan usahanya. Sehingga nantinya diharapkan tidak hanya dijual di Gresik saja. Malahan kalau bisa juga dijual di outlet toko modern di luar kota. “Makanya ini kami dorong terus, kami bantu apabila ada kesulitannya,” tutup Agus Budiono.(mkr)
Editor : Redaksi