KLIKJATIM.Com | Gresik—Yatripah (83) hanya bisa pasrah dengan keadaan selama hidupnya. Ya, selain tunanetra, nenek yang tinggal di Jalan Budi Santoso, Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu telah menjual rumahnya. Dia hanya hidup sebatang kara.
[irp]
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
Untuk makan, minum dan mandi terpaksa mengandalkan bantuan dari tetangga. Rumah yang ditinggalinya saat ini sudah bukan miliknya lagi. Ia terpaksa menjualnya beberapa tahun lalu untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun orang yang membeli rumahnya berbelas kasih, nenek Yatripah disilahkan menempatinya dengan cuma-cuma.
Melihat kondisi tersebut Bhabinkamtibmas setempat Bripka Hadi Supriyanto dan Babinsa Serda Marjuki berkunjung ke rumah Yatripah. Kedua aparat itu membawa beras 5 kilogram dan beberapa rupiah yang disisihkan dari uang gaji seorang TNI-Polri.
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
Tangan Hadi memegang tangan Yatripah, menunjukkan pada sedikit yang dia berikan. Kemudian terucap lisan tertatih-tatih dari bibir sang nenek, ”Alhamdulillah Allah memberi saya rezeki. Terimakasih nak polisi. Saya ini hidup sendiri, saudara-saudara saya telah meninggal dunia,” ucapnya menceritakan kisah hidupnya yang pilu.
Didepan Bhabinkamtibmas, Yatripah mengeluhkan tidak dapat berjalan lagi. Kaki kanannya terasa sakit. Kesehariannya hanya bisa dihabiskan terbaring lemas diatas kasur.
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
”Kami harap akan ada dermawan baik hati yang lainnya sudi mengulurkan tangan bagi warga yang benar-benar membutuhkan seperti nenek Yatripah ini,” ucap Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana.(mkr)
Editor : Redaksi