KLIKJATIM.Com | Gresik - Puluhan lukisan Kapal Pinisi memenuhi sisi luar dan dalam dinding ruang meeting Hotel Horison di Jalan Kalimantan 12 A GKB, Kecamatan Manyar. Lukisan milik Ariel Ramadhan, pelukis muda asal Surabaya ada yang laku Rp 27,5 juta.
Pameran ini merupakan pameran tunggal perdana bagi Ariel. Agenda ini terdaftar sebagai salah satu agenda Biennale 8 Jawa Timur, yaitu event dua tahunan seni rupa Jawa Timur.
Baca juga: Logistik Papua Selatan Bergairah, Arus Peti Kemas TPK Merauke Melonjak 13,5 Persen
Sejak kecil, pelukis kelahiran 13 Desember 1999 ini telah menyukai objek-objek kapal laut, pesawat dan dinosaurus. Keahliannya tersebut semakin terasah ketika Ariel bergabung di Sanggar Daun pimpinan Arik Wartono di Gresik pada tahun 2015.
“Saat itu Ariel kelas 2 SMP. Dia ini sebenarnya anak berkebutuhan khusus, dia mengalami disleksia. Kalau tidak salah, dalam ilmu psikologi disleksia itu adalah gangguan yang menghambat proses belajar. Biasanya anak yang mengidap disleksia agak kesulitan menulis, membaca dan mengeja,” kata Arik, pemilik Sanggar Daun.
Manager Ariel itu menjelaskan, beberapa anak berkebutuhan khusus sebenarnya punya bakat seni yang luar biasa. Tinggal cara orang tua, para guru dan lingkungannya mendukung perkembangan dari bakat yang dimiliki anak tersebut.
“Salah satunya Ariel ini. Selain memiliki keahlian melukis dengan spesialisasi cat air dia juga mahir menggunakan software Sketchup untuk 3D modelling, Corel Draw dan Photoshop untuk desain grafis. Dia telah menerbitkan picture book, yakni buku bergambar tanpa teks tentang Kapal Pinisi. Dan biasanya kalau moodnya baik bisa menghasilkan karya 5 lukisan dalam sehari,” sambungnya.
Dalam kegiatan itu, ada satu gambar yang sengaja dipamerkan di depan publik, terlihat mencolok dan berpigora besar ukuran 60 x 90 cm. Lukisan tersebut adalah gambar Kapal Panisi yang dilelang, lengkap dengan warna corak abu-abu kapal Panisi sedang berlayar.
”Itu memang sedang saya selesaikan untuk pameran awal tahun 2020 ini, dan senang sekali bisa laku lelang seharga Rp 27.500.000,” tutur pelajar 19 tahun itu kepada wartawan, Sabtu (4/1/2020) siang.
Ariel mendapatkan ide gambar tentang kapal panisi sejak dibangku kelas II SMP. Dia sudah mulai menggambar Kapal, Pesawat, dan Dinosaurus.
"Saya hanya melihat gambar-gambar di Google dan ingin menggambarnya, karena belum banyak orang yang melukis kapal. Awalnya menggambar laut, kemudian Kapal nya," tutur Ariel.
Keinginannya untuk mengelabui dunia sangat kuat dengan karya lukisan Kapal Pinisi yang bisa sampai taraf Internasional. Muhammad Ariel Ramadhan telah mewakili Indonesia dalam berbagai pameran lukis internasional di berbagai Negara diantaranya, Jepang, Hongkong, Australia, Inggris, Jerman, Perancis, Polandia, Macedonia, Turki, Rusia, Kanada dan Amerika Serikat.
Ayah Ariel, Eko Sumargo menceritakan tentang filosofi Kapal Pinisi yang merupakan wujud dari karakter bangsa Indonesia sebagai Negara Maritim dan Agraris.
Baca juga: Bikin Kupang Makin Menyala! Booth Honda Guncang Honda DBL 2026 dengan Promo Spesial dan Riding Test
[irp]
"Kapal Pinisi ini termasuk unik kalau ada di Samudra. Bentuknya dinamis dan bisa mengelilingi samudera di seluruh dunia," paparnya.
Ditambahkan, Kapal Pinisi ini juga menggambarkan sosok anak remaja yang mencari jati diri untuk masa depannya.
"Anak layaknya pinisi yang berlayar, dari pelabuhan ke lautan lepas. Bisa melewati tantangan badai dan orang tua sebagai pelabuhan," tambah Eko saat sambutan untuk lukisan anaknya.
Ariel Ramadhan, yang akrab dipanggil Ariel juga sempat bermain ke Pelabuhan Gresik. Dia melihat dan mengamati kapal di Pelabuhan Gresik yang lebih kecil daripada kapal pinisi umumnya.
Sejauh ini Ariel sudah menyabet 10 penghargaan internasional dari berbagai kompetisi yang digelar badan-badan PBB, organisasi internasional dan perusahaan multinasional. Ada Lebih dari 10 gambar go Internasional sejak Tahun 2016.
Sementara itu, Rio Suryo (30) asal Sidoarjo pemenang lelang gambar lukisan seharga Rp 27.500.000 mengaku senang bisa memiliki lukisan yang sangat ciamik."Dapat info dari teman, lukisannya kok unik dan ada lelang saya datang. Kapal Pinisi ini juga khas Indonesia," katanya.
[irp]
Menurutnya, hasil karya lukisan yang menjadi daya tarik untuk dibeli adalah desain unik dan pelukisnya juga melukis sejak masa kecil, hal itu sangat langka. "Kebetulan saya punya beberapa lukisan di rumah. Ini langka dan akan saya koleksi di rumah," pungkasnya.
Perlu diketahui Pameran Tunggal Lukisan bertema "Pinisi And The Other Ships” di Hotel Horison, Jalan Kalimantan 12-A GKB, Gresik itu dimulai pada Sabtu (4/1/2020). Selanjutnya pameran akan berlangsung hingga 18 Januari mendatang.
Sementara mengenai kenapa Pameran Ariel ini diselenggarakan di Gresik, tak lain adalah untuk mengingatkan publik bahwa Gresik dulunya merupakan kota syahbandar internasional seperti Singapura. Meski begitu tidak menutup kemungkinan setelah dipamerkan di Gresik, karya-karya pelukis tamatan IC School (Insan Cerdas) Surabaya ini juga akan dipamerkan di kota-kota syahbandar lain seperti Surabaya, Jakarta, Makassar bahkan Singapura. (iz/bro)
Editor : Redaksi