KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Kejahatan jalanan di Bojonegoro selama tahun 2019 menurun. Sebaliknya, kasus korupsi dan peredaran narkoba justru jumlahnya semakin meningkat.
Dalam refleksi akhir tahun 2019 yang disampaikan Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan, untuk crime index, yakni kejahatan serius atau yang sering terjadi dan menimbulkan keresahan di masyarakat sejumlah 309 kasus. Jumlah itu mengalami penurunan sebesar 20 persen, jika dibanding kasus tahun 2018 sejumlah 385 kasus.
Baca juga: Antisipasi Banjir, TNI dan Warga Sukorejo Gotong Royong Bersihkan Sungai Avur
"Bahwa secara keseluruhan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Bojonegoro tetap kondusif," kata AKBP Budhi Hendrawan saat menyampaikan hasil kinerja selama 2019 bersama Forkopimda Bojonegoro, Senin (30/12/2019).
[irp]
Menurut Kapolres, total kriminal (crime total) yang ditangani polisi sebanyak 428 kasus. Jumlah itu menurun 20 persen jika dibandingkan tahun 2018 yang jumlah totalnya 538 kasus.
Baca juga: Lewat SAPA BUPATI, Warga Sampaikan Jalan Rusak dan PJU, Bupati Bojonegoro Instruksikan Tindak Lanjut
Ditambahkan, meskipun jumlah kasus menurun, namun polisi berhasil meningkatkan penyelesaian perkara kriminal (clearence crime) hingga 71 persen. Sementara di tahun 2018 sejumlah kasus kriminal hanya mampu diselesaikan 64 persen dari seluruh total perkara kriminal.
"Kasus tindak pidana khusus juga mengalami penurunan, tahun 2019 sejumlah 31 kasus, sedangkan tahun 2018 sejumlah 71 kasus, mengalami penurunan prosentase 56,33 persen," kata kapolres asli Bojonegoro ini.
[irp]
Baca juga: Banjir Jalur KA Pekalongan, Ratusan Penumpang di Bojonegoro Batalkan Tiket
Namun, jumlah kasus korupsi dan narkoba di Bojonegoro justru meningkat. Jika di tahun 2018 hanya ada dua kasus korupsi di Bojonegoro, di tahun ini ada empat kasus korupsi yang berhasil dibongkar.
"Sementara untuk kasus narkoba, ada 49 kasus yang berhasil diungkap dibanding tahun 2019 ada 36 kasus," ungkap dia. (af/mkr)
Editor : M Nur Afifullah