KLIKJATIM.Com | Bangkalan--Persatuan Pedagang Bangkalan (PPB) tak terima dengan perlakuan petugas Satpol PP saat penegakan PPKM Darurat. Puluhan warga mendatangi kantor Satpol PP, Jumat (16//2021).
[irp]
Baca juga: Sambut 1448 Hijriah, Ratusan Siswa Yayasan Al-Abror Sukosewu Bojonegoro Semarakkan Pawai Ta'aruf
“Satpol PP sangat arogan dan tebang pilih pada proses pembatasan jam buka tempat usaha, sehingga terjadi kecemburuan sosial di kalangan pedagang,” kata korlap aksi, Nasirudin, dalam orasinya.
Bentuk arogansi yang dilakukan petugas Satpol PP, di antaranya, ada salah satu petugas yang menggembosi ban motor pengunjung dan mengambil charger handphone. “Seharusnya humanis,” ujarnya.
Selain itu, imbas penerapan PPKM, kata dia, para pedagang semakin tercekik. Saat mencari nafkah, petugas selalu mengejar dan dipaksa menghentikan aktivitas pada pukul 20.00 WIB.
Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'
Menurut pedagang, penerapan PPKM tidak diiringi dengan solusi. Tidak ada bantuan apapun bagi pedagang. “Seharusnya pemerintah bisa lebih berprikemanusiaan. Saat ada penerapan kebijakan jangan sampai membunuh perekonomian rakyat kecil,” ujarnya.
Sementara, Kasatpol PP Kabupaten Bangkalan, Irman Gunaidi mengakui bahwa ada isu petugas Satpol PP menutup warung.“Kenyataannya, kami tidak pernah menutup, kami hanya memberi teguran kepada para pedagang,” terangnya.
Baca juga: Honda Premium Matic Day Blitar Meriahkan Akhir Pekan, Padukan Komunitas Motor dan Program UKH
Pihaknya juga menepis tudingan tebang pilih. “Kami tidak pernah tebang pilih, semua kami datangi terutama yang lebih dari tiga orang kami tegur, bagi penjual atau pembeli yang tidak mematuhi prokes,” katanya.
Dugaan mengambil charger handphone dan menggembosi ban kendaraan pengunjung, pihaknya berdalih tidak ada. “Pengakuan teman-teman tidak pernah mengambil charger dan menggembosi ban kendaraan, mereka mengaku hanya memberikan teguran saja,” pungkasnya. (*)
Editor : Suryadi Arfa