KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Seorang warga Ponorogo nekat mengakhiri hidupnya karena stres gara-gara takut terpapar corona. Itu yang dialami Maripin (71) warga Desa Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, yang nekat gantung diri Rabu (14/7/2021)
[irp]
Baca juga: PN Tipikor Surabaya Vonis 6 Tahun 6 Bulan Penjara Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko
Stres yang dialami korban berawal ketika sepekan sebelumnya dia kehilangan anak bungsunya karena terpapar coronavirus. Bapak dua anak itu juga diketahui pengidap asma menahun. Saat itu, korban diketahui menjalani karantina lantaran sempat kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dari rapid antigen yang meninggal dunia.
Karena khawatir bakal mengalami nasib tragis seperti anaknya, Maripin memilih mencari mati. Spekulasi lain pemicu gantung diri lantaran khawatir ikut terpapar virus korona.
Baca juga: Kejari Ponorogo Tahan Mantan Ketua Dewan Atas Dugaan Korupsi Tunjangan Anggota DPRD
Kapolsek Siman Iptu Yoyok Wijanarko menegaskan bahwa hasil rapid antigen pelaku bunuh diri itu semasa masih hidup adalah negatif. ‘’Penyebab gantung diri masih dalam penyelidikan,’’ kata Yoyok.
Hitungan jam sebelum ditemukan tewas menggantung dengan tali di atap kandang kambing belakang rumahnya, Maripin masih beraktivitas seperti biasa. Dia bekerja di sawah dengan Jariyanto, 46, anak sulungnya.
Baca juga: SMKN 1 Jenangan, Sekolah Binaan MPM Honda Jatim, Raih Juara 1 LKS Nasional 2026
Namun, kata dia, Maripin pamit pulang lebih dulu. Jariyanto akhirnya mendapati tubuh ayahnya terayun-ayun di ketinggian dua meter sekitar pukul 08.30. ‘’Tidak ditemukan bekas penganiayaan atau keracunan pada jasad korban,’’ pungkas Kapolsek. (ris)
Editor : Fauzy Ahmad