Ditinggal Mati Ayah, Ibu dan Adiknya, Anak 11 Tahun di Gresik Bakal Dirawat Pamannya

klikjatim.com
Suasana pemakaman Covid-19

KLIKJATIM.Com | Gresik — Usai meninggal istri dan anaknya dalam kandungan. Fakhrudin suami Mazrotul Afiro (31) asal Desa Gredek menyusul meninggal tadi pagi dinihari sekitar pukul 01.30 WIB, Kamis (15/7 /2021).

[irp]

Baca juga: Peringati Hari K3 Internasional, Pelindo Multi Terminal Berbagi Strategi Keselamatan Kerja di Forum Global USU-USM

Kini hanya satu anak semata wayang yang ada dalam keluarga itu. Anak berumur 11 tahun ini akan dirawat oleh kakak almarhum.

“Anak yang berumur 11 tahun dirawat kakak almarhum, karena orang tua dari almarhum sudah sepuh,” ungkap Kepala Desa Gredek Kecamatan Duduksampeyan Muhammad Bahrul Ghofar.

Ghofar menceritakan, peristiwa meninggal pria yang berusia 39 tahun ini saat menjalani IsoMan usai meninggal istri dan anaknya. Setelah ditolak di beberapa RS di Gresik karena overload bed.

“Suami melakukan IsoMan usai sepeninggal istri,” katanya, Kamis (15/7 /2021).

Kondisi suami yang masih IsoMan itu belum dipastikan positif Covid-19. Karena masih belum sempat ditracking.

“Belum dilakukan tracing tapi pemakaman prokes tadi pagi dari pihak RSUD Ibnu Sina Gresik,” jelas Ghofar.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mochammad mengaku prihatin dengan peristiwa ini. Pihaknya sebagai legislatif mengajak untuk Pemkab sebagai pelajaran Dinkes dan pihak RS.

“Sebagai pelajaran pemerintah daerah dan  desa khususnya Dinas Kesehatan Rumah sakit pemerintah daerah,” katanya.

Lanjut Mochammad, pihaknya menyadari dengan situasi pandemi Covid-19 yang semakin meningkat di Kabupaten Gresik ini. Namun menjadi atensi solusi agar tidak terjadi penolakan pasien.

Baca juga: Terima Kunjungan Kaskogartap III/Surabaya, Bupati Yes Komitmen Perkuat Sinergi Keamanan dan Potensi Agro-Maritim

“Kedepan harus dipikirkan bagaimana jangan sampek menolak pasien Covid-19 dan non Covid-19. Rumah sakit di Gresik banyak, ini nanti bisa dibagi mana rumah sakit untuk Covid-19 non Covid-19,” ujarnya.

Apalagi dengan pembukaan lapangan Gjos sebagai tempat penyembuhan dan ada tambahan ruang isolasi sebanyak-banyaknya.

Sebelumnya, usai kehilangan anak keduanya, perempuan Mazrotul Afiro (31) asal Desa Gredek menyusul kematian pagi tadi sekitar pukul 04.00 WIB, Rabu (14/7/2021).

Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar membenarkan, setelah anaknya meninggal kini ibunya meninggal di RS Ibnu Sina.

“Keduanya meninggal di RS Ibnu Sina,” ungkapnya, Rabu (14/7/2021).

Sebelumnya, kondisi perempuan itu dinyatakan positif antigen, karena saturasi oksigen dalam darahnya sudah diangka 40. Padahal normalnya di angka 90-100.

Baca juga: Beri Pembekalan Calon Jamaah Haji, Sekdakab Sampang Ingatkan Jaga Kesehatan dan Nama Baik Bangsa

Diketahui, Ibu yang tengah mengandung tujuh bulan itu harus kelimpungan kesana kemari mencari rumah sakit. Berjam-jam tidak dapat RS, bayi dalam kandungannya dinyatakan meninggal dunia.

Sejak pukul 09:00 Kemarin, Senin (12/7) Mazrotul mondar mandir bersama bidan mencari ruangan untuk merawat dirinya. Satu dua rumah sakit penuh. Padahal kondisi ibu usia 31 tahun itu sudah parah.

“Bayi meninggal di dalam kandungan, dan ibunya pun meninggal tadi pagi, semoga kejadian seperti ini tidak terulang di beberapa daerah,” harap Ghofar.

Kemudian jenazah langsung dimakamkan di Desa Gredek Kecamatan Duduksampeyan. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru