KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Peristiwa salah kirim jenazah pasien Covid-19 juga terjadi di Sidoarjo. Jenazah yang tertukar atas nama Maria Indrawati (40), warga RT 14 RW V, Dusun Gajah, Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo Kota dan Ira Pustitawati, warga Perumahan Taman Candiloka RT 2 RW V, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi Sidoarjo.
[irp]
Ketua RT 2 RW V Desa Ngampelsari, Budi Cahyono mengatakan, yang pertama kali mengetahui tertukarnya jenazah tersebut adalah salah satu keluarga korban. “Ia mengetahui bahwa nama yang tertera di peti tidak sesuai. Saat itu peti sudah dimasukkan ke liang lahat, tinggal menguruk. Sontak saja jenazah diangkat kembali,” ucapnya, Selasa (13/7/2021).
Setelah mengetahui jenazah tertukar, pihak keluarga langsung menghubungi pihak RSUD Sidoarjo. Ternyata, jenazah yang diterima atas nama Maria Indrawati warga Dusun Gajah, Kelurahan Magersari. Jenazah Ira Puspitawati yang seharusnya dikirim ke Candi justru terkirim ke Dusun Gajah, Kelurahan Magersari.
Kalau di Candi, keluarga korban mengetahui jenazah yang tertukar sebelum proses pemakaman selesai. Sedangkan di Magersari proses pemakaman justru telah selesai dan diurug tanah.
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi
“Kami menyayangkan RSUD Sidoarjo yang salah kirim. Meskipun kita paham kesalahan ini tidak disengaja,” tambah Budi.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Sidoarjo Wasis Nupikso membenarkan pengiriman jenazah yang tertukar pada hari ini. “Keduanya meninggal pada hari Senin malam. Perawatan jenazah, memasukkan ke peti sampai pemberian identitas nama telah dilakukan. Keluarga juga telah menyaksikan proses tersebut,” terangnya.
Jenazah baru dikirim pada pagi tadi karena menunggu liang lahat selesai. “Saat ambulans kami mengirim, sejatinya ada keluarga yang ikut di dalamnya. Namun sesaat sebelum dimakamkan ada warga yang curiga karena namanya tidak sesuai. Namun ia diam saja hingga proses pemakaman usai,” kata dia.
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
Yang mengetahui jenazah itu tertukar, lanjut Wasis, adalah keluarga korban satunya. Ketika mengetahui di detik-detik akhir pemakaman. “Keluarga tersebut ingat, bahwa warna petinya bukan yang ini. Namanya juga bukan ini,” ucap Wasis menirukan ucapan keluarga korban.
Setelah mengkorfirmasi hal tersebut ke RSUD Sidoarjo, ternyata jenazah tersebut memang tertukar. Petugas pemakaman kemudian dikirim ulang untuk membongkar makam tersebut. “Setelah dimandikan, petugas lalu menukar kedua jenazah untuk diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Ada proses yang mis, yaitu tidak mengkroscek kembali. Memang nama belakang korban mirip. Agar tidak ada kekeliruan lagi, ke depan harus ada kroscek kembali,” Imbuh Wasis. (nul)
Editor : Satria Nugraha