Overload, RSI Siti Hajar Sidoarjo ‘Sulap’ Lahan Parkir untuk IGD Pasien Covid-19

klikjatim.com
Lokasi parkir RSI Siti Hajar Sidoarjo dijadikan IGD pasien Covid-19. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Sebanyak 1.025 bed di 19 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo sudah terisi penuh. Meskipun ada penambahan kapasitas tempat tidur, namun ternyata tidak cukup untuk merawat pasien Covid-19 yang terus berdatangan.

[irp]

Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil

Misalnya di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar yang mempunyai kapasitas 91 bed, bahkan harus memfungsikan lahan parkir untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) pasien Covid-19. “Dalam dua minggu terakhir ini pasien Covid-19 memang banyak sekali yang datang. Kita sebenarnya terus menambah tempat tidur untuk ruang isolasi khusus covid. Saat ini total ada 154 bed untuk rawat inap pasien Covid-19,” terang Direktur RSI Siti Hajar, dr Hidayatullah, Jumat (2/7/2021).

Sejatinya, lanjut Hidayatullah, pada awal pandemi di tahun 2020 RSI Siti Hajar telah memisahkan IGD covid dan non covid. Namun ternyata IGD khusus covid yang disebut IGD Infeksi Khusus (IIK) covid masih belum mencukupi.

“Saat ini kita punya dua IIK. Pagi ini ada 49 pasien covid yang tertahan di sana. Sehingga saat ini pasien Covid-19 yang dirawat lebih dari 200 orang,” jelasnya.

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

Kondisi tersebut sehingga membuat RSI Siti Hajar membuka tutup IGD, sambil menunggu pasien di IGD tersebut mendapatkan kamar isolasi.

Dan sebenarnya, manajemen RSI Siti Hajar berencana menambah lagi jumlah bed untuk merawat pasien Covid-19. Namun terbentur ketersediaan tenaga medis.

“Kami sudah berusaha keras untuk mendapatkan tambahan tenaga medis seperti membuka lowongan kerja. Namun hingga saat ini kami belum memperolehnya,” imbuh Hidayatullah.

Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Gubernur Khofifah: Organda Punya Peran Strategis di Balik Angka Ini

Dia pun melanjutkan, dalam dua minggu terakhir pasien Covid-19 yang datang tidak hanya orang dewasa maupun lanjut usia. Tapi juga remaja, bahkan anak-anak. “Kami tidak mungkin menolak untuk pasien dengan gejala berat seperti sesak nafas. Namun bagi warga yang bergejala ringan kami harap periksa ke puskesmas terlebih dahulu. Kami juga berpesan kepada masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokol kesehatan,” tutup Hidayatullah.

Sementara itu data medis RSI Siti Hajar menyebut, pada bulan Juni 2021 lalu terdapat 338 pasien Covid-19. Rinciannya sebanyak 51 pasien di antaranya meninggal dunia. Sedangkan di bulan Juli 2021, yaitu dalam dua hari saja sudah ada 21 pasien meninggal dunia. (nul)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru