Ditambahkan, hingga sampai saat ini ada sebanyak 244 orang yang melakukan isolasi mandiri. “Saat ini warga yang gejala ringan dan tanpa gejala (Positif Covid-19) yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing sebanyak 244 orang,” ungkapnya di Pendopo Sabha Kridatama.Baca juga: PT Ajinomoto Indonesia Buka Lowongan Kerja Juni 2026, Posisi Ini Yang Dicari
Ia menjelaskan bagi warga yang terpapar Covid-19 gejala ringan maupun tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri di masing-masing rumah Pemerintah Daerah memberikan fasilitas berupa makanan, vitamin dan probiotik.
Dia juga mengatakan, hingga kini tempat karantina atau ruangan isolasi yang disediakan oleh pemerintah di Rusunawa Cinde telah penuh. Maka, pihaknya akan menambah tempat karantina dengan memanfaatkan kembali gedung balai diklat di Magersari sebagai tempaPemkot Mojokerto Kembali Buka Tempat Isolasi di Gedung Balai Diklat Magersarit isolasi mandiri pasien positif Covid-19 gejala ringan dengan kapasitas sekitar 25 tempat tidur (TT).
Baca juga: Ngamuk di Jalan Empunala, Ibu Muda di Mojokerto Maki Pemotor dan Aniaya Bocah
Berdasarkan kondisinya saat ini Satgas Covid-19 Kota Mojokerto melakukan rapat koordinasi diperoleh hasil evaluasi yakni terjadi penularan Virus Corona yang lebih cepat terkait munculnya kasus-kasus baru terkonfirmasi positif.
“Cara mencegah paling ampuh adalah tetap disiplin Prokes karena itu saya imbauan masyarakat pakai masker, menjaga jarak, cuci tangan (Hand Sanitizer), hindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” ucap Ning Ita.
Menurut dia, vaksinasi tidak mencegah dari keterpaparan Covid-19 namun menurunkan tingkat keterpaparan akibat Virus Corona. Pemerintah Daerah Satgas Covid-19 akan mengaktifkan peran posko Covid-19 dalam percepatan penanganan Covid-19 di masing-masing lingkungan.
“Satgas Covid-19 Kota Mojokerto menertibkan surat edaran tentang pemberlakuan PPKM Mikro dan mengoptimalkan posko Covid-19 berlaku mulai 23 Juni hingga 5 Juli 2021,” ujar Wali Kota Mojokerto. (ris)
Editor : Tsabit Mantovani