"Selatan Jatim ada Samudra Hindia, di utara ada Laut Jawa dan di timur ada Selat Bali. Hal ini menyebabkan kewaspadaan berganda perlu ditingkatkan. Apalagi di Jatim juga masih sering terjadi banjir, kebakaran hutan dan angin puting beliung serta gelombang tinggi," sebutnya.
Sementara terkait imbauan terjadinya gelombang besar di Jatim untuk terus bersiap siaga, mantan Menteri Sosial RI itu memberikan arahan agar tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan. Apalagi Jatim sendiri merupakan provinsi terluas di Pulau Jawa, ditambah dengan keberadaan Kota Surabaya yang menjadi kota megapolitan kedua di Indonesia membuat konektivitas antar pulau menjadi penting.
"Kita terus berupaya dan mengantisipasi kemungkinan membangun penyelamatan dari seluruh proses keterhubungan atau konektivitas di antara satu pulau dengan pulau lainnya melalui kekuatan Basarnas," katanya.
Pada posisi seperti itu, Khofifah menilai bahwa persoalan kediklatan SAR menjadi hal yang sangat penting. Utamanya, untuk menjangkau wilayah-wilayah yang jauh dari jangkauan Tim Basarnas.
"Kita berdoa agar pandemi ini segera selesai dan kita bisa mengoptimalkan kembali pelatihan kediklatan SAR bagi warga," katanya.
Baca juga: Nahas, Balita Empat Tahun di Karang Penang Sampang Meninggal di Kubangan Air Waduk Tembakau
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyebut, untuk mengoptimalkan Quick Response yang menjadi prinsip Basarnas, masyarakat yang membutuhkan bantuan bisa menghubungi call center 115.
"Layanan ini akan terhubung langsung dengan Base Call Center (BCC). Sehingga kalau ada yang memerlukan bisa langsung menghubungi nomor tersebut untuk mewujudkan Quick Respons Basarnas," tuturnya.
Sementara itu, Kabasarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi menyampaikan harapan besar, bahwa melalui beroperasionalnya KN SAR 249 Permadi dapat memberikan penguatan mitigasi wilayah perairan di Jawa Timur.
"Melalui peresmian kapal kali ini, kami ingin mempersembahkan sebuah alutsista dari Basarnas yang bisa memperkuat Kantor SAR yang ada di Surabaya ini untuk penanggulangan atau mitigasi, pencarian dan pertolongan apabila terjadi hal-hal yang membahayakan di perairan khususnya di Jawa Timur," ujar Henri.
Dirinya menambahkan, kapal ini didesain sedemikian rupa dan dilengkapi peralatan yang cukup canggih. Di mana peralatannya terhubung langsung dengan satelit. Sehingga, setiap saat bisa dimonitor keberadaanya, bahkan dilakukan perintah operasi secara langsung.
Baca juga: Patra Logistik Peringati HUT Ke-81 RI Bersama Perwira di Berbagai Wilayah Operasional
"Inilah inti dari kesiap-siagaan kita, Quick Response akan Search And Rescue, di mana salah satu komponennya adalah peralatan yang kita miliki," terangnya.
Terkait penamaan Permadi pada kapal tersebut, Henri berharap bisa memberikan semangat tersendiri bagi awak kapal. Di mana nama tersebut diambil dari salah satu tokoh pewayangan.
"Kami berharap agar para awak kapal bisa meneladani sifat dari tokoh wayang Permadi dalam menjalankan tugasnya," ujarnya.
Kapal SAR ini merupakan kapal baru dengan spesifikasi kapal kelas 2 tipe kapal cepat yang terbuat dari aluminium dengan berat 1,188 ton, panjang 40 meter, lebar 7,80 meter, tinggi geladak utama 3,60 meter serta memiliki kecepatan jelajah maksimal 30 knot. (ris)
Editor : Redaksi