Kota Malang Siapkan PTM, DPRD Mendukung

klikjatim.com
Ilustrasi pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir. (Ist)

KLIKJATIM.Com I Malang - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam hal ini Dinas Pendidikan tetap optimistis bakal melanjutkan rencana pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini berlandaskan pada kasus Covid-19 di Kota Malang dianggap masih terkendali.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

“Saya sudah koordinasi dengan provinsi dan kita insyallah akan jalankan (sekolah tatap muka),” kata Wali Kota Malang, Sutiaji, Ahad (20/6).

Dia juga mengungkapkan, sebisa mungkin tidak perlu melakukan hal-hal yang menimbulkan kepanikan bagi masyarakat dan tetap fokus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Yang penting tidak gagaplah ya. Tidak membuat masyarakat panik. Justru kemarin dengan tatap muka itu banyak hal-hal lain yang bisa diambil manfaatnya. Sampai saat ini masih belum ada kajian,” terang dia.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mendukung keputusan Pemkot Malang menyelenggarakan PTM. Meski demikian Made mengingatkan perlu dilakukan kajian dulu secara mendalam oleh Dindik dan Wali Kota Malang.

“Kami berharap tidak ada paksaan. Bisa juga dicampur. Yang tidak setuju bisa daring dan yang ingin tatap muka jika lebih besar presentasenya, bisa tatap muka,” imbuhnya.

Apalagi untuk anggaran Covid-19 yang diambil dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) masih terpakai sekitar Rp54 miliar, dari total anggaran sebanyak Rp200 miliar.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Hal itu menunjukkan anggaran terbilang masih cukup untuk penanganan Covid-19 di Kota Malang. “Masih teratasi dan terkendali. Rumah Sakit Lapangan, lalu RSSA dan RS rujukan lain juga masih sangat tersedia, meski Safe House sudah habis kontraknya. Saya rasa sudah cukup bagus dan tinggal memperketat prokes dan meningkatkan pelayanan saja,” pungkasnya. (*)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru