Metode dari Unair, Tunanetra di Surabaya Akhirnya Bisa Melukis dan Kenali Warna

klikjatim.com
Salah satu anak penyandang tuna netra melukis menggunakan cat beraroma di Plaza Surabaya. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Keterbatasan fisik kini bukan lagi penghambat bagi puluhan anak-anak penyandang tuna netra di Kota Surabaya untuk berkarya dan terus mengembangkan bakat seni melukisnya. Pasalnya lewat program Public Movemnet 'This Is Ability, Not Disability' yang digelar oleh Magister Manajemen (MM) dan Himpunan Mahasiswa MM Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, kini anak-anak tersebut bisa leluasa menuangkan kreativitasnya.

[irp]

Baca juga: Tembus Pasar Global, Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng Banyuwangi

Hal itu menyusul setelah mereka mendapatkan metode baru dalam kegiatan tersebut. Yakni melukis dengan cat beraroma, sehingga anak-anak difabel bisa mengidentifikasi warna melalui aroma cat.

"Hari ini kita launching metode pembelajaran baru melukis menggunakan aroma. Jadi temen-temen tuna netra yang sebelumnya dia belum bisa mengidentifikasi warna, itu dia bisa mengenali," ujar Humas MM Unair, Septa Ika Pratiwi, Minggu (20/6/2021).

Baca juga: Lepas Ribuan Pelari MANTRA116 2026, Gubernur Khofifah Optimistis Jawa Timur Jadi Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Tidak berhenti di situ. Hasil lukisan dari anak-anak tuna netra juga nantinya bakal dilelang. "Hasil karyanya akan kita lelang, kita jual. Itu agar mereka punya kepercayaan diri bahwa mereka bisa berkarya," jelas Septa.

Sementara itu Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menjelaskan, Pemprov Jatim sendiri memiliki program vokasi istimewa untuk para difabel di Jatim. "Kita punya program namanya vokasi istimewa. Kita sadar bahwa teman-teman penyandang difabel ini juga punya ruang, keinginan, bahkan hak untuk bisa produktif dan berkarya," jelasnya.

Baca juga: Perkuat Distribusi Energi, Patra Logistik Resmi Kelola Operasional Armada SKID LPG di Jatimbalinus

Emil pun mengapresiasi upaya MM Unair dalam memberikan ruang kreativitas bagi para difabel di Jatim. Dia berharap, program seperti ini bisa terus digulirkan, sekaligus mendukung program Pemprov Jatim yakni Jatim Berdaya.

"Karena kita butuh peran serta masyarakat dalam membangun suatu tatanan yang tentunya penuh kebaikan, sejalan dengan Nawa Bhakti Satya Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Jatim Berdaya," tandasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru