Metode dari Unair, Tunanetra di Surabaya Akhirnya Bisa Melukis dan Kenali Warna

klikjatim.com
Salah satu anak penyandang tuna netra melukis menggunakan cat beraroma di Plaza Surabaya. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Keterbatasan fisik kini bukan lagi penghambat bagi puluhan anak-anak penyandang tuna netra di Kota Surabaya untuk berkarya dan terus mengembangkan bakat seni melukisnya. Pasalnya lewat program Public Movemnet 'This Is Ability, Not Disability' yang digelar oleh Magister Manajemen (MM) dan Himpunan Mahasiswa MM Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, kini anak-anak tersebut bisa leluasa menuangkan kreativitasnya.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Hal itu menyusul setelah mereka mendapatkan metode baru dalam kegiatan tersebut. Yakni melukis dengan cat beraroma, sehingga anak-anak difabel bisa mengidentifikasi warna melalui aroma cat.

"Hari ini kita launching metode pembelajaran baru melukis menggunakan aroma. Jadi temen-temen tuna netra yang sebelumnya dia belum bisa mengidentifikasi warna, itu dia bisa mengenali," ujar Humas MM Unair, Septa Ika Pratiwi, Minggu (20/6/2021).

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Tidak berhenti di situ. Hasil lukisan dari anak-anak tuna netra juga nantinya bakal dilelang. "Hasil karyanya akan kita lelang, kita jual. Itu agar mereka punya kepercayaan diri bahwa mereka bisa berkarya," jelas Septa.

Sementara itu Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menjelaskan, Pemprov Jatim sendiri memiliki program vokasi istimewa untuk para difabel di Jatim. "Kita punya program namanya vokasi istimewa. Kita sadar bahwa teman-teman penyandang difabel ini juga punya ruang, keinginan, bahkan hak untuk bisa produktif dan berkarya," jelasnya.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Emil pun mengapresiasi upaya MM Unair dalam memberikan ruang kreativitas bagi para difabel di Jatim. Dia berharap, program seperti ini bisa terus digulirkan, sekaligus mendukung program Pemprov Jatim yakni Jatim Berdaya.

"Karena kita butuh peran serta masyarakat dalam membangun suatu tatanan yang tentunya penuh kebaikan, sejalan dengan Nawa Bhakti Satya Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Jatim Berdaya," tandasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru