KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menegaskan agar seluruh lapisan masyarakat semakin memperketat protokol kesehatan (prokes). Sosialisasi masif ini disebabkan karena telah ditemukannya kasus varian terbaru covid-19 di Bojonegoro, yakni mutasi virus B16172 yang merupakan strain virus asal India.
[irp]
Baca juga: Kepercayaan Jadi Fondasi Distribusi Energi, PT Patra Logistik Tunjukkan Perannya di ELSF 2026
Hal ini disampaikan Bupati Anna saat di Balai Desa Mojosari, Kecamatan Kalitidu saat sosialisasi pembinaan dan peningkatan kapasitas penguatan lembaga kemasyarakatan desa untuk pengurus RT/RW se-Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Perempuan pertama itu menyampaikan, untuk menanggulangi covid-19 peran pemerintah desa sangat membantu, jadi untuk RT/RW harus membantu pemerintah desa
Baca juga: Laka Maut di Tikungan Gumitir: Nekat Mendahului, Truk Hantam Pengendara Motor Hingga Tewas
“Saya berpesan agar terus melakukan sosialisasi pada masyarakat bahwa covid-19 belum berakhir dan akhir-akhir ini kasus covid-19 di Bojonegoro merangkak naik,” pesan Bupati Anna, Kamis (17/6/2021).
Sementara itu, Kepala Dinas DMPD Machmuddin menambahkan, sosialisasi pembinaan yang telah dilakukan ke lima kalinya ini tetap menjalankan prokes kesehatan dengan ketat. Selain itu, juga meminta keterlibatan ketua RT/RW dalam proses sosialisasi prokes covid-19 agar terus dilakukan oleh warga.
Baca juga: Sakit Hati Berujung Pidana, Pemuda di Sampang Nekat Sebar Video Pornografi Hasil Rekam Layar
“Ketua RT/RW memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Baik itu dalam perencanaan pembangunan, memberikan trik dan strategi. Begitu juga dalam memerangi covid-19,” pungkas Machmuddin.
Dalam acara ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (DP3AKB), Camat Kalitidu, Kepala Desa se-Kecamatan Kalitidu, serta ketua RT/RW di enam desa. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah