KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemkab Lamongan akan bekerja keras untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu upayanya dengan menggabungkan seluruh sektor yang ada di wilayah setempat dengan wisata. Hal ini dilakukan untuk menyikapi kondisi yang lesu akibat pandemi Covid-19.
[irp]
Baca juga: Keren! Kemiskinan Ekstrem Jawa Timur Tersisa 0,29 Persen, Jauh di Bawah Rata-Rata Nasional
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menjelaskan, penggabungan ini sebagai inovasi daerah. Pasalnya pertumbuhan ekonomi setempat terkoreksi menjadi -2,65 persen di akhir tahun 2020. "Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, kami selalu menekankan bangkitnya UMKM Lamongan dan menggabungkan semua sektor yang ada dengan sektor pariwisata untuk menggeliatkan perekonomian di Kabupaten Lamongan," ujar Bupati Yuhronur dalam siaran pernya.
Adapun beberapa sektor yang sudah mulai dilakukan salah satunya pertanian Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng. Menurutnya, pertanian semangka yang biasanya saat panen dijual seperti biasa, kali ini dijadikan pegelaran wisata dan omzetnya bisa naik 300 persen dibandingkan biasanya.
"Rencananya sektor lain juga akan mengikuti seperti sektor olahraga, perikanan dan lain sebagainya," kata Bupati YES, sapaan Yuhronur Effendi.
Baca juga: Hebat! Gandeng Konsumen dan Komunitas, MPM Honda Jatim Sukses Gelar Aksi Donor Darah
Kemudian sumber daya alam yang ada di setiap desa juga akan terus dimaksimalkan sebagai tempat wisata. "Munculnya desa-desa wisata tersebut akan menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar. Produk-produk UMKM dan kerajinan masyarakat akan mendapatkan tempat untuk memasarkan produknya," lanjut Yuhronur.
Pemkab Lamongan juga akan membantu pemasarannya melalui luring dan daring, yaitu dengan kerja sama toko retail modern. "Dari 90 produk UMKM yang dikurasi sudah terdapat 26 produk yang sudah bisa masuk retail modern seperti Indomaret dan Alfamart. Sedangkan secara daring, kami bekerja sama dengan Bank Jatim meluncurkan aplikasi Pasar Online Lamongan dan Lapak Lamongan," bebernya.
Baca juga: Rangkul Generasi Muda Jadi Pesan Penting Untuk Kader PDI Perjuangan di Jember
Selanjutnya, Bupati Yuhronur juga mencontohkan Wisata Bahari Lamongan (WBL) yang telah menyumbang PAD cukup besar. Yaitu sekitar Rp 10 miliar sampai Rp 15 miliar ketika sebelum pandemi dari pemanfaatan aset daerah, yang dikerjasamakan dengan investor melalui sistem bagi hasil.
"Kawasan WBL tersebut juga menumbuhkan wisata lain di sekitanya. Contohnya Maharani Zoo, Tanjung Kodok Beach Resort dan menjadi satu wilayah dengan Wisata Religi Sunan Drajat," terangnya. (*)
Editor : Abdul Aziz Qomar