Mei 2021, Ekspor Indonesia Naik 58 Persen Didominasi ke Cina

klikjatim.com
nilai ekspor Indonesia pada Mei 2021 mencapai US$16,60 miliar atau naik 58 persen dibanding periode yang sama 2020

KLIKJATIM.Com | JakartaBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Mei 2021 mencapai US$16,60 miliar atau turun 10,25 persen dibanding ekspor April 2021. Dibanding Mei 2020 nilai ekspor naik cukup signifikan sebesar 58,76 persen.

[irp]

Baca juga: Tak Kooperatif dan Tidak Transparan, Mahasiswa dan Pemuda Janji Laporkan BPS Sampang ke Pusat

Ekspor nonmigas Mei 2021 mencapai US$15,66 miliar, turun 10,67 persen dibanding April 2021, namun naik 58,30 persen dibanding ekspor nonmigas Mei 2020.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2021 mencapai US$83,99 miliar atau naik 30,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$79,44 miliar atau naik 30,31 persen.

Baca juga: Sektor Pertanian Geser Dominasi Migas, Ekonomi Bojonegoro Tetap Tumbuh Saat Lifting Minyak Melemah

Penurunan terbesar terjadi pada kendaraan dan bagiannya sebesar US$272,0 juta (34,33 persen), sedangkan peningkatan terbesar ekspor nonmigas Mei 2021 terhadap April 2021 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$281,9 juta (13,91 persen).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Mei 2021 naik 30,53 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 13,39 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 31,82 persen.

Baca juga: Mahasiswa Sampang Soroti Transparansi Rekrutmen Petugas Sensus BPS

Ekspor nonmigas Mei 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$3,47 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,70 miliar dan Jepang US$1,10 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 40,02 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masingmasing sebesar US$3,14 miliar dan US$1,41 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Mei 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$13,27 miliar (15,80 persen), diikuti Jawa Timur US$9,16 miliar (10,91 persen) dan Riau US$7,83 miliar (9,32 persen). (ris)

Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru