Tren Kasus Covid-19 Naik, Dewan Pendidikan Surabaya Usulkan Tinjau Ulang Rencana PTM 1 Juli

klikjatim.com
Ilustrasi pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Surabaya mulai digelar per 1 Juli 2021, sesuai penetapan dari Dinas Pendidikan (Dispendik) kota setempat. Kebijakan ini menindaklanjuti surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19.

[irp]

Baca juga: Tembus Pasar Global, Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng Banyuwangi

Namun rencana pelaksanaan PTM ini tampaknya masih dibayang-bayangi kekhawatiran. Sebab kasus baru penularan Covid-19 di Kota Pahlawan masih mengalami tren peningkatan. Hal tersebut bisa dilihat dari melonjaknya jumlah pasien di sejumlah rumah sakit setempat.

Tak ayal, kondisi demikian telah mendapat perhatian dari Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Juli Poernomo Slamet. Dia mengatakan, PTM harus merujuk pada kondisi dan realita di lapangan. Saat ini paparan baru virus korona menunjukkan angka peningkatan, sehingga masih mengkhawatirkan khususnya bagi wali murid. ’’Pasti khawatir. Makanya, kondisi ini harus jadi pertimbangan (menggelar) PTM,’’ kata Juli kemarin (12/6/2021) seperti lansir www.jawapos.com.

Lebih lanjut dikatakan, jika tren kasus terus naik dan tidak terkendali maka dewan pendidikan akan mendesak dispendik untuk meninjau ulang PTM pada 1 Juli mendatang. ’’Saya setuju ditinjau ulang saja,’’ tegasnya.

Alangkah baiknya dalam kondisi seperti ini dispendik tidak memaksakan diri untuk tetap menggelar PTM. Pasalnya keselamatan dan kesehatan jauh lebih penting. Artinya, guru dan peserta didik tidak boleh dikorbankan. ’’Pendidikan itu memang penting. Tapi lebih utama menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak dan guru-guru,’’ imbuhnya.

Meski begitu, tapi bukan berarti PTM dibatalkan. Apalagi sekolah-sekolah sudah melakukan banyak persiapan. Terutama dalam menjaga protokol kesehatan (prokes).

Saat ini kuncinya tinggal mengendalikan dan mencegah agar laju virus tidak meningkat lagi. Dia berharap, kasus Covid-19 di Kota Surabaya bisa kembali landai.

Sementara itu Kadispendik Surabaya, Soepomo mengatakan, sejauh ini pihaknya masih berpegang pada rencana awal terkait pelaksanaan PTM per 1 Juli 2021. Karena semua sekolah juga sudah siap dengan berbagai upaya terkait prokes. Bahkan pihak sekolah juga sudah melakukan banyak simulasi.

Selain panduan dari dispendik, setiap satuan pendidikan juga menyusun standard operating procedures (SOP) PTM. Menurut dia, mekanismenya diatur secara terperinci dan detail. Yaitu mulai dari siswa berangkat ke sekolah, dalam perjalanan, masuk gerbang sekolah, kegiatan belajar-mengajar di kelas, hingga siswa kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

Baca juga: Lepas Ribuan Pelari MANTRA116 2026, Gubernur Khofifah Optimistis Jawa Timur Jadi Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

’’Semua diatur dengan menaati prokes supaya semua aman. Hal teknis juga diatur,’’ tuturnya.

Dicontohkan, ketika siswa berangkat ke sekolah harus dalam kondisi fit. Tidak memiliki keluhan sakit seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas.

Tidak hanya itu. Kesiapan sekolah dalam menggelar pembelajaran tatap muka juga melalui asesmen satgas Covid-19 dan masih berjalan sampai saat ini. Kini sejumlah sekolah juga masih menunggu analisis hasil asesmen, apakah sekolah setempat dinyatakan memenuhi syarat untuk menggelar PTM atau tidak?

Soepomo menerangkan, PTM juga merujuk pada zona wilayah. Mulai zona hijau, kuning, oranye, hingga merah. Dan diketahui bahwa saat ini Surabaya berada pada zona kuning.

Nah, zona kuning dan oranye boleh menggelar PTM dengan syarat membatasi jumlah peserta didik yang hadir di ruang kelas. Yaitu maksimal diisi 50 persen dari total kapasitas dan waktu pembelajaran tatap muka dibatasi.

Baca juga: Perkuat Distribusi Energi, Patra Logistik Resmi Kelola Operasional Armada SKID LPG di Jatimbalinus

Dia mengaku masih ada waktu untuk memikirkan prosedur PTM. Karena itu, pihaknya pun segera mengundang para pakar dan ahli serta akademisi untuk membicarakan teknis PTM agar aman dari penularan Covid-19. ’’Nanti rekomendasinya apa, ya kita jalankan,’’ ujarnya.

Mantan kepala dinas sosial ini menambahkan, pihaknya juga sudah memberikan sosialisasi kepada wali murid. Dan setiap sekolah sudah menjaring pendapat wali murid, karena persetujuan mereka wajib dikantongi oleh sekolah sebagai syarat menggelar PTM.

Di lain pihak, Anggota Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Henry Simanjuntak mengakui bahwa saat ini ada tren kenaikan kasus baru. Angka peningkatan itu sesuai hasil testing dan tracing yang makin gencar dilakukan Pemkot Surabaya.

’’Memang ini hasil testing dan tracing yang kita lakukan seusai libur lebaran. Untuk tahu kasus turun atau naik, satu-satunya cara ya memperbanyak testing,’’ paparanya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru