KLIKJATIM.Com | Surabaya - Satgas Prokes Kabupaten Bangkalan melaporkan hngga Minggu tercatat ada 17 pasien Covid-19 di Bangkalan yang meninggal dunia termasuk seorang nakes di RS Ebu Bangkalan. Sementara itu ada 58 pasien yang dirawat.
[irp]
Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Penanaman, Penaburan Benih Serta Panen Bersama di Kediri
Kondisi ini memaksa ruang IGD salahsatu RS di Bangkalan melakukan lockdown tiga hari. Untuk mencegah penyebaran Covid, Gubernur Jatim memerintahkan pendirian RS Darurat di sekitar kaki jembatan Suramadu wilayah Bangkalan.
Plh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono menegaskan, sesuai instruksi gubernur, lahab pendirian RS Darurat akam dibuatkan di sekitar kantor Badan Pengelola Wilayah Suramadu di Bangkalan. RS Darurat ini nantinya akan menampung pasien Covid tanpa gejala di Bangkalan.
"Sementara untuk pasien bergejala klinis akan ditangani rumah sakit di sekitar Bangkalan. Pemprov juga menyiapkan RS di Surabaya untuk menampung pasien yang tidak tertangani di Bangkalan,"kata Heru.
Pada bagian lain Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengirimkan surat ke enam rumah sakit di Surabaya agar bersiap menerima rujukan pasien COVID-19 dari Bangkalan yang sedang mengalami peningkatan kasus corona.
Rumah-rumah sakit yang tertera dalam surat bernomor 005/8737/102.4/2021 yakni, RSUD Dr Soetomo, RS Universitas Airlangga, RS Haji Surabaya, RS PHC, RS Adi Husada dan RS Al Irsyad.
"Rumah sakit yang dekat Bangkalan. Pokoknya yang jangkauannya mendekati Bangkalan," ujar Kepala Dinkes Jatim Herlin Ferliana, dikonfirmasi di Surabaya, Minggu.
Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Penghargaan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta
Selain jarak, lanjut Herlin, kondisi ketersediaan kamar atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah-rumah sakit rujukan COVID-19 di Surabaya masih sangat memadai.
"Kondisi (BOR) Surabaya relatif bagus sebetulnya, tapi kita harus menyiapkan menerima (pasien) Bangkalan ini," ucap dia.
Untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19 di Bangkalan, Dinkes Jatim dan Dinkes Kabupaten Bangkalan akan melakukan screening. Pihaknya akan memisahkan yang sudah terjangkit dan yang belum.
"Screening untuk memisah positif dengan negatif. Yang positif pun akan kami pisah lagi. Yang tidak ada gejala, kami letakkan di rumah sakit darurat, yang gejala ke RS," katanya.
Baca juga: Warga Cemas Ekosistem Rusak, Pemkab Sumenep Bergerak Bersihkan Tumpahan CPO di Gili Iyang
Selain itu, pihaknya juga akan memperketat pengawasan penegakan protokol kesehatan di daerah Madura. Dinkes Jatim menduga selama ini, masyarakat Bangkalan banyak yang abai pada penggunaan masker.
Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, per 5 Juni 2021, kasus kumulatif COVID-19 di Bangkalan sebanyak 1.754 kasus. 1.520 dinyatakan sembuh, 178 meninggal dunia dan sebanyak 56 pasien masih dirawat. Dalam peta risiko merupakan daerah berstatus kuning atau zona risiko rendah. (ris)
Editor : Redaksi