Kades Sidokepung Buduran Gelar Hajatan Dilengkapi Elekton dan Wayang Kulit, Akhirnya Dipaksa Bubar

klikjatim.com
Polisi saat melakukan pembubaran acara hajatan di rumah Kades Sidokepung, Buduran Sidoarjo. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Satgas Covid-19 Kecamatan Buduran, Sidoarjo membubarkan acara hajatan yang digelar di rumah Elok Suciati selaku Kepala Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sabtu (5/6/2021) malam. Pasalnya hajatan yang disertai dengan hiburan elektone dan kesenian wayang kulit ini dinilai menimbulkan kerumunan dan melebihi aturan jam malam.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Tim Satgas yang dipimpin oleh Kapolsek Buduran, Kompol Samirin menegaskan bahwa hajatan tersebut tidak memiliki izin. “Terpaksa kami bubarkan, karena tidak memiliki izin dari satgas covid di tingkat desa maupun kecamatan. Selain itu juga melanggar Perbup Sidoarjo nomor 58 tahun 2020, terkait batas waktu hiburan di malam hari di masa pandemi jam sepuluh malam,” terangnya.

Namun tindakan tegas Satgas covid yang terdiri dari TNI-Polri dan Satpol PP ini malah mendapat perlawanan dari keluarga. Kades Elok dan ayahnya Suhudi telah memprotes, bahkan terlihat adu mulut dengan petugas.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Mereka beralasan sudah mendapat izin dan membayar penuh biaya kesenian wayang kulit tersebut. Tetapi setelah diberi pemahaman oleh petugas, kepala desa dan keluarganya pasrah. Gelaran wayang kulit pun harus dihentikan karena telah melebihi pukul 22.00 WIB.

Petugas pun naik ke panggung untuk memberi pemahaman kepada keluarga dan warga sekitar yang datang menyaksikan pagelaran wayang kulit. “Pandemi covid belum berakhir. Saya harap warga pulang ke rumah masing-masing. Ini demi keselamatan kita semua,” tegasnya.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Setelah itu semua kru kesenian wayang kulit turun dari panggung. Mereka juga terlihat mencopoti wayang satu demi satu dan warga juga membubarkan diri.

Meskipun demikian, petugas tetap berjaga ditempat untuk memastikan hajatan tersebut benar-benar berhenti. (nul)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru