KLIKJATIM.Com | Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) kembali menggelar misi dagang dan investasi pada Kamis (3/5/2021) kemarin. Kali ini bersama Pemprov DKI Jakarta, transaksinya berhasil menembus di angka Rp 750 M.
[irp]
Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed
Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan, misi dagang dan investasi antara Pemprov Jatim dan DKI Jakarta tersebut bisa menjadi katalis, atau mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
"Saya berharap besarnya potensi dan bertemunya dua raksasa yang menyumbang sepertiga ekonomi nasional ini mampu menjadi sinyal, sekaligus katalis dalam pemulihan ekonomi nasional melalui kerjasama antara Jatim dengan DKI Jakarta," ujar Wagub Emil.
Disebutkan, pada tahun 2020 PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) DKI Jakarta mencapai Rp 2.772,38 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 17.96 persen terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Nasional. Sedangkan Jatim berkontribusi 14.90 persen atau setara Rp 2.299,46 trilliun secara nasional.
Baca juga: Kendalikan Inflasi Awal Tahun, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Deket Lamongan
Selama ini misi dagang antara Provinsi Jatim bersama Provinsi DKI Jakarta dapat terlaksana sebanyak 4 kali. Momen tersebut dilaksanakan pada 2016, 2017, 2018 dan 2019 dengan mencatatkan nilai total transaksi sebesar Rp 3,699 triliun.
Dia menerangkan, karakteristik kedua provinsi yang berbeda itu ditunjukkan oleh ekonomi Jatim, yang didominasi Sektor Industri Pengolahan (30.94 persen), Perdagangan (18.68 persen) dan Pertanian (10.84 persen). Sedangkan ekonomi DKI Jakarta sendiri didominasi Sektor Perdagangan (16.62 persen), Industri Pengolahan (11.37 persen), Jasa Keuangan (11.27 persen), Konstruksi (11.27 persen) dan Informasi Komunikasi (9.41 persen).
Sementara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah mengapresiasi kegiatan Misi Dagang dan Investasi yang diselenggarakan Pemprov Jatim. Harapannya, kegiatan tersebut bisa lebih dikembangkan lagi.
Anies mengungkapkan bahwa DKI Jakarta merupakan kota jasa. Dan sebanyak 98 persen pasokan kebutuhan pangannya berasal dari luar DKI Jakarta, seperti Jatim. "Kalau kita hitung, sebanyak 98 persen pasokan pangan kebutuhan DKI Jakarta berasal dari luar Jakarta," tandasnya. (nul)
Editor : Redaksi