Gara-gara Punya NISN Ganda, Siswa di Surabaya Terancam Gagal Lanjut Sekolah

klikjatim.com
Viko Putra Ries Miko, siswa lulusan SMP di Surabaya didampingi ayahnya. (istimewa)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Viko Putra Ries Miko, siswa lulusan SMP di Surabaya terancam tidak bisa mendaftar di SMA Negeri (SMAN). Pasalnya, dia memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) ganda.

[irp]

Baca juga: Kabupaten Sumenep Pimpin Daerah Berinflasi Terendah di Jawa Timur pada Juni 2026

Kini, Viko dengan didampingi ayahnya, Miko Saleh berjuang dengan mendatangi Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya pada Senin (31/5/2021) kemarin. Tujuan kedatangannya untuk meminta NISN yang bisa dipakai daftar ke SMA Negeri.

Miko mengatakan, anaknya tersebut sebenarnya sudah memilih tiga sekolah sesuai zonasi. Yaitu di SMAN 10, 16 dan 4. Namun anaknya belum juga mendapatkan kejelasan bakal diterima di sekolah mana?

Hal ini diduga karena NISN yang dimiliki anaknya dobel alias ganda. Padahal dirinya mengaku sudah berusaha datang ke Dispendik Kota Surabaya untuk meminta kejelasan terkait NISN tersebut. Dan hasilnya sampai sekarang tak kunjung diberikan, namun hanya diberi pin untuk mendaftar ke SMA. "Saya khawatir (PIN) itu hanya untuk menyenangkan hati saya dan anak," ungkap Miko khawatir.

Baca juga: Tembus Pasar Global, Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng Banyuwangi

Padahal, kata dia, sebelumnya Dispendik Surabaya menjanjikan akan membantu anaknya untuk masuk SMAN. Namun saat ditagih, Dispendik hanya mengatakan bakal membantu pendaftaran saja.

"Ini jelas bahwa Dispendik Surabaya hanya ingin menghibur saya. Kesannya di-PHP (Pemberi Harapan Palsu) untuk meredam protes saya. Apalagi pendaftaran jalur zonasi sudah ditutup seminggu lalu," tambahnya.

Sekedar diketahui, Viko memiliki NISN ganda dengan nomor lama 0045615866 dan nomor baru 0046700685. "Awalnya karena anak saya pindah saat kelas 3 SD. Di sekolah berikutnya ada pergantian verifikasi NISN. Waktu saya daftar melalui PPDB (Pendaftaran Peserta Didik Baru) online tahun ajaran 2021-2022, tidak dapat dibuka," jelas dia.

Baca juga: Lepas Ribuan Pelari MANTRA116 2026, Gubernur Khofifah Optimistis Jawa Timur Jadi Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Sementara itu, Aji Nugroho selaku Bidang Perencanaan Dispendik Kota Surabaya mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan secara internal. "Saat ini masih kami bahas juga di internal, karena NISN ini yang menerbitkan dari temen-temen pusat. Itu pun berlakunya nasional, sehingga di sini kami masih coba koordinasi dengan mereka. Sedang coba kita bantu menyelesaikan yang NISN-nya," katanya.

Sedangkan terkait pendaftaran ke SMA, Aji hanya memasrahkan ke provinsi sesuai kewenangan. "Ini PPDB-nya SMA ya. Jadi kalau SMA kan kita tahu temen-temen provinsi yang mengelola untuk PPDB tersebut," tandasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru