KLIKJATIM.Com | Sidoarjo—Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk menurunkan angka stunting. Semua dinas diajak urun rembuk.
[irp]
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, kunci dalam penanganan stunting ini adalah kerjasama dan sinergi semua sektor. Sehingga bukan hanya menjadi tugas Dinas Kesahatan saja, akan tetapi peran dan dukungan konkrit semua elemen dibutuhkan untuk dapat mewujudkan Kabupaten Sidoarjo bebas dari stunting atau zero stunting.
"Stunting harus diselesaikan bersama–sama, harus ada kordinasi lintas sektoral yang menyeluruh disertai mapping yang jelas," kata Gus Muhdlor saat membuka acara Rembuk Stunting beberapa waktu lalu.
Baca juga: Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas
Gus Muhdlor menegaskan, Rembuk Stunting merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang penting dan tidak boleh terlewatkan dari aksi percepatan penurunan stunting. Sebab, pada tahapan ini menjadi wadah musyawarah awal untuk semua sektor dan diharapkan dapat bersinergi bersama dalam rangka menurunkan prevalensi dan intervensi penanganan stunting.
Turut hadir Usman MKes selaku Ketua DPRD Sidoarjo sebagai narasumber yang memaparkan secara jelas fenomena realitas sosial stunting di Kabupaten Sidoarjo. Dilanjutkan dengan drg. Syaf Satriawarman, Sp.Pros yang juga sebagai Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo menyampaikan lebih rinci terkait 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting yang menjadi prioritas program berjalan di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
“Harapannya hasil dari kegiatan rembuk stunting kali ini terjalin koordinasi yang terintegrasi sehingga dapat melengkapi 5 Aksi Konvergensi selanjutnya, dan dapat meningkatkan sistem pengelolaan data stunting dan cakupan intervensi di tingkat kabupaten,” pungkas Gus Muhdlor. (mkr)
Editor : Catur Rini