Cerita Desa Sukomulyo Libatkan Pemuda dalam Pencegahan Covid-19

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Tulisan imbauan yang ada sudut-sudut desa. (Abdul Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Pusat kota yang padat penduduk menjadi perhatian satuan tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 Gresik, karena mobilitas masyarakat yang berada di perkotaan cukup tinggi. Misalnya di Desa Sukomulyo. Sebuah desa yang berada dekat dengan kawasan industri ini boleh memiliki cerita tersendiri, yaitu sebagai desa tangguh bencana dalam penanganan dan pencegahan Covid-19.

[irp]

Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global

Kepala Desa Sukomulyo, Subiyanto menuturkan, desanya memiliki satuan kuhusus dalam hal kesiapsiagaan penanganan bencana bernama Desa Tangguh Bencana (Destana) yang rata-rata beranggotakan para pemuda. Lahirnya destana ini sebenarnya sudah terbentuk lama sejak jauh hari sebelum ada pandemi.

"Sehingga saat ada pandemi destana langsung jalan menerapkan instruksi satgas. Tinggal melakukan penyesuaian penanggulangannya bersama," ceritanya kepada klikjatim.com, Minggu (30/5/2021).

Pembentukan destana berangkat dari kesadaran warga dan pemerintah Desa Sukomulyo, yang rentan potensi terjadi bencana sewaktu-waktu bisa mengancam. "Terutama potensi bencana industri, karena kita dekat dengan kawasan industri. Selain itu potensi bencana alam, wabah dan lain sebagainya," katanya.

Destana Sukomulyo bersama satgas rajin mengimbau warga untuk melaksanakan protokol kesehatan (prokes) berupa 5M, yakni mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta memakai masker, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas atau interaksi.

"Di depan rumah warga kami sediakan alat cuci tangan agar sebelum masuk rumah tangan bersih. Selain itu penyemprotan disinfektan masih rutin kami laksanakan, dan itu yang menjalankan anak-anak muda," bebernya.

Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun

Selain itu, Subiyanto melanjutkan, dirinya bersama satgas desa dan destana memastikan tempat-tempat umum dan area bisnis kuliner seperti warung kopi, rumah makan dan sebagainya di wilayah administrasi desa setempat selalu menerapkan prokes.

"Tempat-tempat umum yang selama ini menjadi area berinteraksi antar individu masyarakat kami pantu terus agar protokol kesehatan tetap jalan," jelasnya.

Sebagai desa yang berada di area Industri, tentu banyak pendatang yang bermukim. Mulai dari yang indekos maupun kontrak rumah. Rata-rata para pendatang tersebut bekerja di Pabrik sekitar Desa Sukomulyo.

Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona

Untuk itu pihak pemerintah desa menerapkan ketentuan yang membatasi arus keluar masuk pekerja dari luar daerah tersebut. "Tapi kalau tetap memaksa pulang, misalkan ada keluarganya yang sakit harus dapat surat keterangan sehat dari Puskesmas Sukomulyo. Dan apabila nanti kembali, juga harus membawa surat keterangan sehat dari daerah asalnya, dan itu kami monitor betul, pemilik kos-kosan dan RT/RW setempat mengawasi warga yang dari kuar kota atau kabupaten," terangnya.

Mengingat pandemi yang belum sepenuhnya hilang. Subiyanto pun mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi prokes dengan disiplin menerapkan kebiasaan 5 M.

"Mari kita tetap rajin mencuci tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer, terus memakai masker dan menjaga jarak di keramaian," tandasnya. (nul)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru