Alibaba dan Softbank Jepang Kuasai Saham Gojek Tokopedia GoTo

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Merger perusahaan platform layanan on-demand dan pembayaran serta finansial terkemuka Gojek dan Tokopedia (GoTo) Senin (17/5/2021)  terjadi karena dukungan dana investor besar. Pembentukan GoTo ini terdapat andil sederet nama perusahaan besar yang menyokong dana pembentukan. Mereka adalah Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.

[irp]

Baca juga: PJ Bupati Bojonegoro Launching Gerakan Suka Menanam Untuk Melestarikan Lingkungan

GoTo diklaim memiliki total gross transaction value (GTV) secara group mencapai 22 miliar dollar AS. Lebih 1,8 miliar dollar AS transaksi pada tahun 2020 dan lebih dari 2 juta mitra driver per Desember 2020. SoftBank asal Jepang dan Alibaba dari China menjadi dua perusahaan yang menguasai kepemilikan saham terbesar Grup GoTo.

Melansir CNN via Nikkei Asia, Softbank akan menggenggam 15,3 persen saham GoTo, sementara Alibaba seebsar 12,6 persen. Dalam sebuah dokumen yang didapat oleh perusahaan media yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang itu terlihat, porsi kepemilikan saham SoftBank dan Alibaba merupakan yang terbesar karena mencapai dua digit.

Baca juga: Berkendara Nyaman dan Aman, 65 Armada Honda Care Siap Melayani.

Sementara saham milik investor lain hanya satu digit, termasuk investor berskala global lain, seperti Google hingga Temasek Singapura, yang juga punya saham di Gojek dan Tokopedia.

Saat merger menjadi GoTo, Gojek akan menggenggam sekitar 58 persen saham perusahaan tersebut. Sementara sisanya, 42 persen dikantongi oleh Tokopedia. Nantinya, GoTo akan melakukan penawaran saham perdana ke publik (Initial Public Offering/IPO) di bursa saham Indonesia. Begitu juga dengan Amerika Serikat.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Sosialisasi KKBC Ke Pasar Banjarejo

Kabarnya, perusahaan mengincar valuasi perusahaan mencapai US$40 miliar atau setara Rp572 triliun (kurs Rp14.300 per dolar AS). Nilai ini nantinya akan mendekati torehan Grab, yang merupakan pesaingnya. (ris)

Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru