KLIKJATIM.Com | Jakarta - Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menyampaikan terkait kasus baru penularan virus corona varian B117 asal Inggris dan varian B1351 asal Afrika Selatan. Dia menyebutkan bahwa penularan dua varian virus corona hasil mutasi tersebut ditemukan pada pekerja migran yang pulang ke Indonesia.
[irp]
Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed
"Mutasi virus baru itu dibawa oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang," kata Siti Nadia Tarmizi pada Senin (17/5/2021) melalui pesan singkat kepada Antara di Jakarta seperti dilansir m.bisnis.com.
Penularan varian baru Covid-19 ini terdeteksi dalam pemeriksaan menggunakan metode PCR kepada dua PMI, yang sedang menjalani karantina di fasilitas pemerintah. Hingga kini kedua pekerja tersebut masih menjalani karantina dan kondisinya pun baik.
Baca juga: Kendalikan Inflasi Awal Tahun, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Deket Lamongan
Lebih lanjut diungkapkan Siti Nadia, dengan tambahan dua kasus ini maka jumlah kasus penularan virus corona varian B117 seluruhnya menjadi 14 kasus. Sedangkan jumlah kasus penularan virus corona varian B1351 seluruhnya dua kasus.
Kemudian merujuk Data Pemprov Jatim, kasus Covid-19 di wilayah setempat bertambah 202 orang per Senin (17/5/2021). Sehingga secara kumulatif ada 151.450 orang. Untuk pasien sembuh bertambah 279 orang, sehingga kumulatif 138.809 orang. Sedangkan pasien meninggal bertambah 27 orang sehingga kumulatif 110.97 orang. Adapun kasus aktif di wilayah dengan 38 kabupaten/kota sebanyak 1.544 orang.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin pun mengungkapkan, bahwa dua kasus baru penularan virus corona yang sudah bermutasi ditemukan di Jawa Timur. "Dua-duanya merupakan pekerja migran Indonesia yang datang dari Malaysia," katanya saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta pada Senin pagi.
Menkes juga meminta kepada para kepala daerah agar memperbanyak pemeriksaan untuk mendeteksi penularan varian baru virus corona. Selain itu juga mengingatkan kepada warga untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) agar terhindar dari penularan virus corona. (*)
Editor : Redaksi