KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Di Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Sidoarjo terdapat jembatan kayu yang membentang di atas Sungai Porong. Jembatan ini mampu memangkas waktu dan jarak bagi warga Desa Krembung dan sekitarnya yang akan bepergian ke Mojokerto ataupun sebaliknya. Namun untuk melintasi jembatan ini tidak gratis. Setiap warga yang melintas harus membayar Rp 2 ribu.
[irp]
Baca juga: Hadiri Mukerda MUI Jatim di Grahadi, Khofifah Soroti Pentingnya Sanad Keilmuan di Ruang Digital
Jembatan ini memiliki panjang sekitar 150 meter, yang dibangun sejak tahun 2010 oleh dua orang asal Brebes, Jawa Tengah. Mereka adalah Wasjid (55) dan Coto (52).
Meski sudah berdiri selama 11 tahun, tapi jembatan tersebut tidak selalu dioperasikan. Hanya saat musim kemarau saja jembatan kayu yang ditopang menggunakan drum ini telah terpasang.
“Memasuki musim penghujan, jembatan kita lepas karena pasti hanyut. Tahun 2021 ini, baru kita pasang pada bulan April kemarin,” kata Wasjid.
Dalam pembangunannya, Wasjid dan Coto mengaku telah menghabiskan dana awal sekitar Rp 250 juta. Biaya itu untuk membeli kayu meranti dan Kampar serta drum pada jembatan yang terpasang 22 titik apung tersebut.
Menurutnya, setiap titik terdapat 6 drum agar jembatan bisa mengapung. Bukan hanya itu saja, mereka berdua juga harus mengeluarkan biaya untuk pos jaga, serta lampu di sepanjang jembatan. Karena jembatan ini beroperasi 24 jam.
“Biaya lain yang kami keluarkan adalah biaya perbaikan saat memasang kembali setiap tahunnya. Nilainya sekitar Rp 15 juta,” timpal Coto.
Saat disinggung terkait pendapatan, diakui per hari rata-rata sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. Khusus saat liburan hari raya Idul Fitri kemarin, penghasilan yang didapatkan mencapai sekitar Rp 2,5 juta per hari. “Dalam satu tahun, jembatan ini hanya beroperasi enam bulan saja,” imbuh Coto.
Baca juga: INKA Ekspor Lagi 2 Unit Lokomotif ke Australia, Sinergi BUMN Tembus Pasar Global
Adapun keberadaan jembatan ini sangat membantu mobilitas warga. Sebab mereka tidak harus memutar ke arah Barat di jembatan Tanjang Mojokerto, atau ke arah Timur di Jembatan Porong Sidoarjo.
“Sebelumnya kami harus memutar jauh ke sana, sekitar tujuh kilometer jaraknya. Mending lewat sini, bayarnya hanya Rp 2 ribu saja,” ujar Misan, warga Krembung yang akan menuju Ngoro Industri Mojokerto, Senin (17 5/2021) pagi.
Jembatan ini juga dimanfaatkan oleh petani dari Krembung, yang menggarap lahan di Mojokerto. (nul)
Editor : Satria Nugraha