Maksude Piye? Seorang Ibu di Surabaya Tinggalkan Anaknya Sendiri di Jalan

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya--Entah apa maksudnya. Seorang ibu di Surabaya meninggalkan anaknya di tengah jalan saat keluar rumah untuk hala bi halal di hari raya Idul Fitri.

[irp]

Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026

Seorang bocah berumur 5 tahun yang diketahui berinisial N itu ditinggalkan di Jalan Sidotopo Sekolah, Semampir pada Kamis (13/5/2021).

Berbekal uang beberapa ribu rupiah dan baju dalam tas plastik putih, sang ibu pun meninggalkan anaknya sendiri dalam kondisi menangis. Entah apa yang ada dalam benak sang ibu ini.

Tangisan sang anak menggugah hati nurani pejalan kaki yang juga warga sekitar. Anak ini pun lantas dibawa pulang oleh Yuli (47) warga Sidotopo.

Dengan naluri sang ibu yang tak tega melihat anak ini, ia merawat sejenak dan meminta anak untuk tidur. Sebab, sudah pukul 20.30 WIB.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

“Anak itu menceritakan semua kejadian yang dia alami, saat itu pergi bersama ibunya namun di Jalan Pelampitan anak itu sengaja ditinggal oleh ibunya. Anak itu membawa uang dan pakaian yang ada di dalam tas plastik,” jelas Yuli kepada petugas BPB Linmas.

Usai meminta sang anak tidur, ibu ini meminta tetangganya untuk membantu menyebarkan informasi atas temuan anak ini. Lantas tetangga pun mengambil foto sang anak dan mempostingnya di beberapa grup Facebook. Tak hanya itu, mereka juga melaporkannya ke petugas tanggap darurat di nomor 112.

Sampai akhirnya, petugas pun mencoba melihat kebenaran informasi tersebut ke rumah sang penemu anak ini. Bisa disebut keajaiban, usai petugas mendata dan melihat sang anak, ternyata ada informasi bahwa seseorang mengaku kakeknya. Petugas pun lantas memfasilitasi dan juga mendata kebenaran dari hubungan kakek dan cucu ini.

Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas

“Menurut data seperti itu dan sudah diserahkan ke kakeknya. Miris sekali (meninggalkan anak di jalan saat malam hari.red),” jelas Awang petugas piket pelayanan darurat 112 Pemerintah Kota Surabaya.

Usai mendata dan mencocokan kebenaran ke identitas serta pengakuan sang anak, kakek yang datang bersama istrinya ini lantas meminta sang anak untuk dibawa pulang. “Sekarang anak itu sudah dibawa pulang kakek dan neneknya. Kalau isi dalam plastik hanya uang dan pakaian saja. Anaknya nangis tapi sudah tenang saat kakek dan neneknya tiba,” pungkasnya. (*)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru