KLIKJATIM.com | Tulungagung--Polisi terus mendalami penyebab meledaknya petasan di Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.
[irp]
Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
Kapolsek Rejotangan, AKP Heri Poerwanto mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab meletusnya petasan tersebut.
"Penyebabnya masih kita dalami terus mas, saksi yang ada di lokasi akan kita mintai keterangan," ujarnya.
Dugaan sementara, petasan tersebut meledak karena terlalu kerasnya proses pemadatan bubuk mesiu ke dalam petasan tersebut.
Sementara itu, Humas RSUD Dr Iskak Tulungagung, Mohammad Rifai mengatakan, 9 korban ledakan petasan tersebut dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung.
"Semua sempat dirawat di RSUD dr Iskak, dan ada yang sudah pulang karena kondisinya membaik," jelasnya.
Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur
2 orang dinyatakan telah meninggal dunia, 2 lainnya masih dirawat di redzone, kemudian 3 korban menjalani pre operasi sedangkan 2 orang lainnya sudah boleh pulang.
"2 orang masih di redzone karena kondisinya kritis," ucapnya.
Berikut nama nama korban ledakan petasan di Tulungagung.
Dua korban meninggal dunia1. Muhammad Asrori, (25) Dusun Bangunsari RT1/RW9, Desa Sukorejo Wetan Kecamatan Rejotangan2. M. Nuzul Ilham (21) Desa Sukorejo Wetan Kecamatan Rejotangan
Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
Dua korban mengalami luka berat1. Andik Sugianto (35) Desa Sukorejo Wetan Kecamatan Rejotangan2. M. Zaenal Arifin, (23) Dusun/Desa Sukorejo Wetan Kecamatan Rejotangan.
Korban mengalami luka ringan1. M. Giofani Prasetyo (21) Desa Sukorejo Wetan Kecamatan Rejotangan2. Abil (21) Desa Sukorejo Wetan Kecamatan Rejotangann3. Faisol Al Asnawi, (27) Desa Sukorejo Wetan Kecamatan Rejotangan4. Dani wijaya Putra (19) Desa Sukorejo Wetan Kecamatan Rejotangan5. Shofian Efendi (20) Desa Sukorejo Wetan Kecamatan Rejotangan.
(mkr)
Editor : Iman