KLIKJATIM.Com | Surabaya - Selama Maret 2021, impor Jawa Timur masih didominasi oleh bahan baku dan penolong untuk bahan baku industri dengan nilai 1,78 miliar dollar AS atau sebesar 75,70 persen. Bahan baku penolong tersebut, seperti gandum untuk tepung terigu, besi baja dan elektronik serta suku cadang kendaraan bermotor.
[irp]
Baca juga: ASN Dinas ESDM Jatim Ramai-ramai Kembalikan Uang Pungli Izin Tambang ke Kejati, Totalnya Segini
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan, mengatakan, selain bahan baku penolong, impor barang-barang konsumsi merupakan golongan barang urutan berikutnya. Yakni dengan nilai sebesar 434,16 juta dollar AS atau dengan peranan sebesar 18,42 persen.
Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk Wujudkan SDM Berdaya Saing Global
Barang-barang modal merupakan kelompok impor terkecil, dengan peranan sebesar 5,88 persen atau dengan nilai sebesar 138,48 juta dollar AS. Contoh barang konsumsi seperti makanan dan minuman (Mamin) dan barang modal seperti mesin-mesin.
Berdasarkan 15 jenis komoditas impor nonmigas terbesar, komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON lainnya tidak dicampur merupakan komoditas utama yang mengalami peningkatan nilai impor paling tinggi pada bulan Maret 20201, yaitu mengalami peningkatan dari 61,75 juta dollar AS menjadi 203,25 juta dollar AS.
Baca juga: Gubernur Khofifah Pastikan UMKM Jatim Adaptif dan Naik Kelas di Era AI
Sementara itu penurunan nilai impor tertinggi terjadi pada komoditas hasil dari produk setengah jadi besi/pelat baja non paduan < 0,25 persen karbon, melintang, berukuran < dua kali ketebalan yang mengalami penurunan dari 57,72 juta dollar AS menjadi 26,35 juta dollar AS. (ris)
Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi